SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka mendorong minat belajar, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, memanfaatkan sekitar 20 armada angkutan kota (angkot) yang sebelumnya melayani masyarakat umum untuk digunakan sebagai layanan Angkutan Sekolah Gratis (ASG) guna mengakomodasi para pelajar ke sekolah.
Untuk operasional angkot umum ke layanan ASG tersebut untuk menambah jangkauan layanan program ASG yang saat ini hanya mengandalkan armada bus dan mikrobus. Sesuai dengan kebijakan reaktivasi angkot dalam program ASG tersebut bertujuan memfasilitasi pelajar SD, SMP, dan SMA, dalam memperoleh angkutan gratis saat berangkat dan pulang sekolah.
"Minat pelajar memanfaatkan program ASG Kota Madiun cukup tinggi. Setiap hari sekitar 240 siswa bisa diangkut. Hingga kini sudah ada 20 armada yang digunakan untuk melayani berangkat dan pulang sekolah tersebut," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Agus Mursidi, Selasa (20/01/2026).
Selain itu untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalan raya dan meminimalisasi keterlibatan anak sekolah dalam kecelakaan lalu lintas. Kebijakan tersebut juga dalam upaya Pemkot Madiun memberdayakan angkot yang belakangan ini mengalami penurunan jumlah penumpang.
Dalam operasionalnya, angkot tersebut ditetapkan akan mangkal di titik-titik penjemputan, seperti armada ASG bus yang telah beroperasi. Kemudian angkot akan mengantar ke sekolah dan menjemput kembali saat pulang sekolah. Pelajar yang diangkut tidak dikenakan tarif alias gratis.
Sebagai gantinya, Pemkot Madiun memberikan subsidi operasional Rp131 ribu per hari untuk masing-masing armada angkot yang melayani angkutan sekolah gratis. Subsidi tersebut disalurkan melalui kerja sama antara pemkot dengan koperasi angkot yang di dalamnya juga termasuk bensin dan jasa pengemudi. Dan dengan adanya program tersebut, pemkot berharap agar para pelajar menerima fasilitas angkutan gratis. Di sisi lain angkot tetap aktif berperan melayani masyarakat. md-02/dsy
Editor : Redaksi