SURABAYAPAGI.com, Jakarta - PT Chery Sales Indonesia berhasil membuktikan ketangguhan durabilitas baterai Chery Super Hybrid yang sempat direndam selama kurang lebih 54 jam, yang awalnya hanya 48 jam.
Total ada dua baterai yang direndam, satu untuk digunakan langsung ke mobil dan satu lagi dibuka untuk memperlihatkan apakah ada masalah di dalam baterai. Baterai yang direndam di air laut itu, lalu dipasangkan kembali ke mobil Tiggo 8 CSH dan tidak mengalami masalah ketika dipasangkan lagi.
Baca juga: Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat
Sementara itu, untuk setelah diuji jalan oleh Country Director Chery Sales Indonesia (CSI), Zeng Shuo bersama dengan Direktur Penjualan PT CSI Budi Darmawan. "Kalau dari hasil tes kita bawa alat ukurnya, teknisi kita menyatakan seluruhnya berjalan normal dan tidak ada dampak," kata Budi, Jumat (20/06/2025).
Sebelumnya Chery sendiri sudah menguji baterai tersebut di laboratorium, dan baterai kuat direndam selama 72 jam. Saat pengujian (di lab) kadar garam hingga airnya menyerupai air laut.
Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat
Seperti diberitakan sebelumnya, Chery menggelar campaign 'Extrem Challenge Chery Battery Test' dengan tema Revolution of Safety. Langkah yang diambil ini untuk menjawab keraguan dan pertanyaan publik terkait durabilitas teknologi Chery Super Hybrid (CSH).
Sebuah kebanggaan bagi Indonesia, karena didapuk sebagai negara pertama dengan skala internasional yang melakukan uji coba baterai secara ekstrem. Pengujian ini pun dihadiri oleh jurnalis dari luar negeri, baik dari Malaysia dan Thailand.
Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin
Sebagai negara dengan iklim hutan hujan tropis, Indonesia memiliki curah hujan tinggi dan tak jarang menyebabkan banjir yang menimbulkan risiko tinggi paparan air hingga perendaman baterai bagi kendaraan. Nantinya, Chery juga akan menggelar beberapa pengujian lainya seperti di Meksiko hingga Brasil dengan sistem pengujian yang berbeda. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu