Pedagang Lokal Tertekan, Daging Sapi Pasokan Luar Banjiri Pasar Legi Jombang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Pedagang daging di Pasar Legi Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG
Ilustrasi. Pedagang daging di Pasar Legi Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Memasuki Bulan Ramadhan, dimana banyak orang mencari kebutuhan daging sapi justru membuat sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Legi Jombang kian tertekan. Pasalnya, mereka harus menelan pil pahit terkait membludaknya pasokan daging dari luar wilayah yang dijual langsung ke pasar setempat.

Tentu saja, kondisi ini dinilai memicu persaingan harga yang tidak seimbang dan berdampak pada turunnya omzet pedagang lokal. Dan diketahui, jika daging yang beredar disebut-sebut berasal dari Krian, Kabupaten Sidoarjo. Aktivitas distribusi itu, menurut mereka, sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir.

“Awalnya hanya satu orang yang membawa dengan sepeda motor. Sekarang sudah tiga orang dan menggunakan mobil pikap. Tentu jumlah sapi yang dibawa jauh lebih banyak,” ujar Ulfa (51) dan Ira (43), pedagang daging yang telah lama berjualan di pasar Legi, Jombang, Jumat (20/02/2026).

Menurutnya, para pemasok dari luar daerah tersebut berstatus jagal atau pedagang grosir yang langsung menjual ke konsumen eceran di area utara pasar, sekitar Jalan Mimbar. Sehingga, dengan posisi sebagai jagal, mereka dapat mematok harga lebih rendah dibandingkan pedagang lokal yang mengambil stok dari pemasok (juragan).

Para pedagang lokal mengaku biasa mengambil daging dengan harga acuan sekitar Rp100 ribu per kilogram. Sementara itu, pedagang dari luar daerah bisa menjual di bawah harga tersebut. Situasi ini membuat pembeli cenderung memilih harga yang lebih murah.

“Kami harus menunggu dagangan mereka habis dulu baru pembeli datang ke kami. Kalau mereka belum habis, ya kami tidak laku,” keluhnya.

Dampaknya cukup signifikan. Ulfa menyebut, sebelumnya ia mampu menjual hingga 45 kilogram daging per hari. Kini, untuk mencapai angka tersebut pun terasa sulit. Bahkan, ia mengaku terpaksa menambah utang ke pemasok demi menjaga ketersediaan barang.

Para pedagang berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya dinas terkait, untuk menata kembali mekanisme distribusi daging agar tercipta persaingan yang adil. Mereka juga meminta agar Rumah Potong Hewan (RPH) di Jombang dapat mengatur pasokan sehingga pedagang lokal tidak tersisih. jb-01/dsy

Berita Terbaru

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun, – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madi…

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus menggenjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui evaluasi dan opt…

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurda DPRD Sumenep dengan agenda Penandatanganan Naskah…

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keandalan sistem transmisi d…

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan memusnahkan 100 ton pupuk ilegal dari dua perkara pidana berbeda.…

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Warga Kota Mojokerto kini semakin mudah mengakses informasi publik. Pemerintah Kota Mojokerto memastikan berbagai informasi resmi…