SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pembangunan kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) Ponorogo, Jawa Timur kembali mendapatkan tambahan kucuran dana dari Pemerintah Pusat sebesar Rp10,6 miliar bersumber dari APBN 2025.
Anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) Kementerian PUPR, untuk penataan lingkungan sekitar MRMP, termasuk paving jalan, drainase, jaringan air minum, pengelolaan limbah, hingga penyediaan tempat sampah 3R.
Baca juga: Jembatan Bailey di Ponorogo Ambrol Tergerus Aliran Sungai, Akses Antardesa Terputus Total
"Lingkungan sekitar monumen dipercantik agar hidup sebagai kawasan produktif. Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi penguatan ekosistem wisata," jelas Kepala Dinas PUPKP Ponorogo Jamus Kunto, Rabu (25/06/2025).
Sementara itu, pada tahun ini, Pemkab Ponorogo akan menyelesaikan segmen drainase tersisa, salah satunya di sekitar Pasar Sampung. Pekerjaan dilakukan dengan sistem pracetak U-ditch untuk efisiensi dan kecepatan.
Baca juga: Menariknya Destinasi Wisata Mloko Sewu, Suguhkan Hamparan Perbukitan Hijau yang Eksotis
"Cukup gali, pasang, dan tutup. Dua bulan selesai. Tidak perlu susun batu manual seperti drainase konvensional," katanya pula.
Sedangkan nantinya untuk 2026, Jamus menyiapkan usulan peningkatan jalan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Beberapa ruas jalan yang disasar, antara lain Sampung–Parang (Magetan), Pohijo–Sampung, dan Sampung–Danyang.
Baca juga: Masuk Zona Rawan, PVMBG Tetapkan 60 Persen Bencana di Ponorogo Didominasi Longsor
Sedangkan jalur Somoroto–Ngambakan yang menjadi akses utama dari pusat kota sudah diperlebar dan diaspal. "Prinsipnya, kawasan sekitar monumen harus siap secara menyeluruh. Infrastruktur jalan ini bagian dari kesiapan menyambut wisatawan," katanya lagi.
Perlu diketahui, sejak 2023, pembangunan MRMP telah menyedot anggaran sekitar Rp 73,8 miliar. Proyek ini diharapkan menjadi ikon wisata dan budaya baru di Jawa Timur. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu