Warga dan UMKM Menjerit, Stok Elpiji 3 Kilogram di Magetan Langka

surabayapagi.com
Seorang ibu rumah tangga pulang dengan tangan hampa, gas elpiji 3 kg kosong di pasaran. SP/ MGT

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur mulai dikeluhkan sejumlah warga dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lantaran mulai langka.

Bahkan beberapa warga harus mencari elpiji di pangkalan yang berada di luar Kecamatan Sidorejo. Namun sayangnya, gas elpiji 3 kilogram tersebut hanya diperuntukkan bagi warga sekitar dengan menunjukkan KTP.

Baca juga: DPRD Sidoarjo: Pedagang Kecil Sebagai Urat Nadi Ekonomi Kerakyatan Wajib Dihidupkan

"Sudah seminggu susah cari elpiji. Saya untuk masak saja, tapi di desa saya juga susah makanya nyari di sini ternyata tidak boleh karena bukan warga sini. Terpaksa pakai kayu kalau tidak boleh,” jelas Karti, warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Sidorejo, Rabu (25/06/2025).

Sementara itu, Agus Wibowo, pedagang gorengan yang juga warga Kelurahan Selosari mengaku masih bisa mendapatkan elpiji subsidi 3 kilogram dengan dengan menunjukkan KTP.

“Masih bisa dapat, tapi dibatasi satu tabung satu hari, tapi kadang untuk dua hari. Untuk beli harus menunjukkan KTP,” katanya.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Trate Takjil Market Volume 4 Libatkan 130 UMKM dan Resmikan Outlet Trate Rasa

Sementara itu, menurut Wiwid, pengelola pangkalan Heri Wibowo mengatakan, suplai elpiji 3 kilogram dari Pertamina masih normal seperti biasanya. Dia mengaku satu hari mendapat kuota 40 tabung yang dijual untuk masyarakat sekitar dengan memperlihatkan KTP.

”Kuotanya masih sama setiap hari 40 tabung gas. Untuk pembeli memang dibatasi hanya untuk warga sini, kalau lebih baru bisa dijual ke warga lain dari luar desa sini,” ujarnya.

Baca juga: Pejabat Bea Cukai Diduga Ikut Runtuhkan UMKM

Lebih lanjut, melihat situasi tersebut, pihak Disperindag Kabupaten Magetan juga mengajukan kuota fakultatif kepada Pertamina Jatimbalinus setiap tanggal merah.

”Kuota elpiji akita tahun ini 21.000,9 metrik ton dan pengiriman sampai saat ini masih lancar dan belum ada laporan warga kesulitan mendapatkan elpiji, Kita juga selalu mengajukan kuota fakultatif untuk tanggal merah,” ucapnya. mg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru