Dinas Pertanian Tulungagung Usulkan 200 Unit Pompa Air dan Alsintan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani di Tulungagung mempersiapkan lahan jelang masa tanam. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengusulkan bantuan 200 unit pompa air submersible dan sejumlah alat mesin pertanian (alsintan) ke Pemerintah Pusat.

Pasanya, di wilayah yang memiliki lebih dari 25 ribu hektare lahan sawah tersebut kebutuhan perangkat irigasi perpompaan masih sangat tinggi, terutama di daerah rawan kekeringan.

Baca juga: Diduga Panic Buying, Warga Ngunut Tulungagung Keluhkan Kelangkaan LPG Subsidi 3 Kg

"Jenis yang kami terima adalah pompa submersible, yakni pompa yang dipasang di dalam air. Setiap unit mampu mengairi antara 20 hingga 40 hektare lahan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tulungagung Suyanto, Minggu (13/07/2025).

Sehingga, dengan bantuan tersebut, sekitar 880 hingga 1.760 hektare lahan sudah teraliri. Meski, kebutuhan masih sangat besar mengingat luas lahan pertanian yang tersebar di 19 kecamatan mencapai 25 ribu hektare.

Atas dasar itu, Dispertan kembali mengusulkan bantuan tambahan sebanyak 200 unit pompa submersible tahun ini.

Baca juga: Lantik 27 Pejabat Fungsional, Bupati Gatut Ingatkan Jangan Cuma Datang Absen

"Itupun masih menunggu keputusan pusat. Kita hanya bisa mengusulkan," ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini, Pemkab Tulungagung sedang menjalankan efisiensi sesuai instruksi Presiden, sehingga tidak memungkinkan untuk pengadaan pompa secara mandiri. Dan untuk satu unit pompa air submersible membutuhkan anggaran sekitar Rp150 juta.

Baca juga: Diduga Keracunan MBG, 24 Siswa SD Tulungagung Alami Pusing dan Mual

Selain irigasi, pihaknya juga mengusulkan bantuan alsintan seperti traktor, mesin pemotong, dan perontok padi. Bantuan alsintan dinilai penting untuk mempercepat proses olah lahan dan panen di tingkat petani.

"Dengan alsintan, proses produksi bisa lebih efisien. Kami sudah ajukan usulan, tinggal menunggu realisasinya," pungkas Suyanto. tl-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru