Nelayan Lamongan Akui Hasil Tangkapan Meningkat Usai Pemasangan Lamusa

Reporter : Muhajirin
Tim ITS saat mensurvey langsung lampu nusantara yang dipasang perahu milik nelayan di Paciran Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan — Para nelayan di pesisir utara Lamongan mengaku merasakan dampak positif, dari pemasangan Lampu Nusantara (Lamusa) bantuan dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS).

Sejak dipasang di beberapa titik strategis di perairan Lamongan, hasil tangkapan nelayan mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga: Juli 2023, Nilai Tukar Nelayan Jatim Naik 1,77 Persen

Arif (48) salah satu nelayan yang juga ketua rukun nelayan Dusun Banjaranyar, Desa Banjarwati menyebutkan bahwa sejak Lamusa mulai dinyalakan pada malam hari, aktivitas melaut menjadi lebih aman dan hasil tangkapan lebih melimpah.

"Sekarang laut lebih terang. Ikan lebih mudah terkumpul karena tertarik cahaya. Kami juga lebih mudah melihat arah dan alat tangkap kami di malam hari," ujarnya kepada tim rombongan ITS yang melakukan survey dan pengambilan gambar dan video di pada Jum'at (25/7/2025).

Ketua PCNU Lamongan Gus Syahrul Munir bembersamai tim ITS Surabaya.

Menurutnya sementara dari kelompok nelayan setempat, dalam dua pekan terakhir sejak pemasangan Lamusa, rata-rata tangkapan meningkat hingga 30 persen. Ikan tongkol, cumi-cumi, dan udang menjadi komoditas yang paling banyak didapat.

Baca juga: Kesejahteraan Nelayan Jatim Terus Naik

Ketua PCNU Lamongan, Gus Syahrul Munir yang ikut mendampingi tim ITS, menyampaikan terima kasih kepada ITS dengan beberapa perusahaan lampu dan pihak terkait atas program Lampu Nusantara ini. Menurutnya, program ini bukan hanya membantu pencahayaan di laut, tapi juga mendukung peningkatan ekonomi nelayan secara nyata.

"Selama ini kami mengandalkan alat penerang seadanya. Sekarang dengan adanya Lamusa, kami merasa lebih diperhatikan dan hasilnya memang nyata," kata Gus Syahrul didampingi pengurus Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Cabang Lamongan.

Disebutkan olehnya, program Lamusa merupakan inisiatif dan inovasi dari ITS bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk swasta, untuk mendukung keselamatan dan produktivitas nelayan di malam hari. "Di Lamongan, program ini mulai diujicobakan sejak awal Juli dan akan diperluas ke wilayah perairan lain jika terbukti efektif," ungkapnya..

Program Lamusa ini menjadi angin segar bagi nelayan pesisir Lamongan, terutama di tengah tantangan cuaca ekstrem dan naik-turunnya harga hasil laut di pasaran.

Sementara itu, pengambilan gambar dan vidio yang dilakukan tim ITS ini untuk mengetahui sejauh mana efektivitas produk inovasi ini, dalam pengembangan teknologi kelautan, dan hasil dari pengambilan vidio dokumenter ini akan dipresentasikan kepada presiden oleh kementrian dan dikti.jir

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru