MBG Sering Dipesimistiskan, Menteri Maman Bilang UMKM Diuntungkan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, mengatakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto, makan bergizi gratis (MBG) disebut sering dinilai pesimistis.

Maman Abdurrahman, justru program tersebut UMKM yang paling diuntungkan.

Baca juga: Selama Ramadhan, SPPG Kota Malang Ganti MBG dengan Makanan Kering

"Tidak sedikit juga orang yang melihat secara pesimis lah program ini. Tapi luar biasa, kami ini sebagai pembantu beliau, kami belajar tentang satu hal. Bahwa kalau niat kita baik, jangan pernah ragu, segera realisasikan," kata Maman dalam 'Penguatan Rantai Pasok Usaha Mikro pada Klaster Pangan dan Oleh-oleh' di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Selasa, (29/7/2025).

Maman mengatakan program tersebut paling menguntungkan pelaku UMKM. Sebab, program itu banyak melibatkan pelaku UMKM.

"Kami ini kementerian UMKM, sejujurnya adalah kementerian yang paling diuntungkan. Kenapa? Karena tugas saya ini harus menyelamatkan 57 juta pengusaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia," jelas Maman.

Baca juga: Diduga Keracunan MBG, 24 Siswa SD Tulungagung Alami Pusing dan Mual

Maman pun menjelaskan program tersebut banyak memberikan efek manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia. Pertama, anak-anak yang sering menyantap protein.

Selain itu, Maman menyampaikan program tersebut juga dapat membawa perputaran ekonomi daerah. Menurut Maman, supplier-supplier program ini sebagian besar dari UMKM.

Baca juga: Permainan Jalur Merah di BC, Getarkan Menteri UMKM

Hal ini dapat dilihat dari sejumlah supplier yang datang pada acara tersebut. Misalnya, CV ST Jaya Mandiri yang kini memperkerjakan ibu rumah tangga usai menjadi supplier program MBG.

"Hari ini kemanfaatan kedua telah terjadi perputaran ekonomi yang sangat luar biasa besar. Bukan hanya di Pamulang Barat loh, tapi hampir di seluruh Indonesia, masyarakat kita merasakan perputaran ekonomi itu. Saya mau tanya lagi tadi ada ibu-ibu yang awalnya mikro, dari karyawannya yang awalnya cuma dua, sekarang jadi seratus orang. Yang tadinya supply macam-macam itu, cuman hanya di wilayah ini sekarang udah sampai ke Bogor. Bahkan udah bisa menyupply makan bergizi gratis dan dapur-dapur," imbuh Maman. n ec/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru