Inggris Siap Menjual BTC Senilai US$6 Miliar, Waspada Terhadap Penurunan

surabayapagi.com

SURABAYA PAGI, Jakarta- Pergerakan harga Bitcoin seringkali terkait dengan banyak faktor luar. Salah satu hal yang bisa berpengaruh pada nilai BTC adalah keputusan yang diambil oleh negara-negara besar mengenai pengelolaan atau penjualan aset crypto yang mereka ambil alih.

Fokus perhatian global tertuju pada Inggris, yang sedang bersiap untuk menjual sejumlah besar Bitcoin yang telah disita. Tindakan ini mungkin mempunyai dampak pada harga Bitcoin, sehingga investor harus berhati-hati terhadap potensi penurunan.

Hal ini terlihat dari harga Bitcoin saat ini yang tertahan di US$118.000 sehingga pasar crypto sepertinya akan mengalami penahanan sementara, meski kemungkinan untuk terus menguat menembus US$135.00 masih terbuka.

Terdapat beberapa aplikasi crypto Indonesia yang telah teregulasi di Indonesia, salah satunya aplikasi Pintu yang menyediakan fitur terlengkap, biaya trading rendah, serta variasi token yang banyak.

BTC Senilai US$6 Miliar dari Inggris Siap Dipasarkan

Menurut laporan dari The Daily Telegraph, pemerintah Inggris berencana untuk menjual Bitcoin yang disita dari berbagai kegiatan penegakan hukum. Diperkirakan nilai BTC yang akan dijual lebih dari £5 miliar atau sekitar US$6 miliar, sebagian besar berasal dari skema Ponzi yang disita.

Penjualan ini bertujuan untuk menutupi defisit anggaran negara yang semakin meningkat. Rachel Reeves, salah satu pejabat yang berwenang, diperkirakan akan memimpin proses penjualan Bitcoin tersebut sebagai langkah untuk menyelesaikan masalah fiskal yang sedang dihadapi Inggris.

Kementerian Dalam Negeri Inggris, bersama dengan kepolisian, sedang merancang sistem untuk penyimpanan dan penjualan aset crypto yang aman dan efisien. Tindakan ini diambil untuk memastikan bahwa penjualan berlangsung tanpa memberikan tekanan besar ke pasar.

Langkah ini diambil di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi Inggris, dengan inflasi yang tinggi dan biaya pinjaman yang besar, serta pertumbuhan ekonomi yang lemah. Para ahli memperkirakan bahwa pemerintah perlu mengumpulkan £20 miliar pada musim gugur nanti untuk menutupi kekurangan anggaran.

Bagaimana Dampaknya Terhadap Nilai Bitcoin?

Keputusan Inggris bisa memperlambat kenaikan nilai BTC, meskipun Bitcoin sebelumnya mengalami lonjakan setelah disahkannya GENIUS ACT oleh Trump. Penjualan masif ini berpotensi menyebabkan penurunan, mengingat banyaknya aset yang akan dilepas ke pasar.

Selain Inggris, negara lain seperti Bhutan juga sering melepas sebagian aset mereka, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil. Meskipun penjualan Bitcoin oleh Inggris dapat mempengaruhi pasar, faktor global yang lebih luas tetap berperan dalam dinamika harga.

Para investor Bitcoin, terutama yang fokus pada harga jangka pendek, harus siap menghadapi kemungkinan adanya penurunan yang besar. Tindakan pemerintah Inggris ini mungkin menjadi sinyal penting yang membentuk arah pergerakan harga BTC di masa mendatang.

Harga Bitcoin Berpotensi Mencapai $200 Ribu, Menurut Standard Chartered

Sementara itu, Di tengah harga Bitcoin yang stabil di US$ 118.000, bank internasional Standard Chartered mempublikasikan perkiraan ambisius bahwa harga BTC bisa mencapai $200 ribu sebelum akhir tahun 2025.
Prediksi ini didasarkan pada meningkatnya adopsi ETF spot dan tingginya minat investor institusional di pasar aset crypto.

ETF Spot Menjadi Pendorong Utama Harga

Standard Chartered menilai bahwa peningkatan harga Bitcoin saat ini banyak dipengaruhi oleh keberadaan ETF spot Bitcoin yang mendapat persetujuan dari regulator AS awal tahun ini.

Sejak diperkenalkan, ETF ini telah menarik investasi besar dari lembaga keuangan internasional dan menciptakan permintaan beli yang terus-menerus di pasar spot.

Geoff Kendrick, yang menjabat sebagai Kepala Riset Aset Digital di Standard Chartered, mengungkapkan bahwa dampak ETF spot terhadap Bitcoin dapat sebanding dengan lonjakan harga emas di awal tahun 2000-an.

Ketika itu, setelah ETF emas disetujui, harga emas melambung lebih dari 400�lam beberapa tahun. Apabila pola yang sama muncul lagi, terdapat kemungkinan Bitcoin bisa mencapai harga tiga kali lipat dari nilai saat ini.

Momentum dari Institusi dan Stabilitas Sebagai Faktor Utama

Lebih lanjut, laporan tersebut menekankan bahwa peningkatan harga hingga $200 ribu bukanlah sekadar prediksi, melainkan tergantung pada beberapa faktor penting.

Salah satu yang diperhatikan adalah stabilitas regulasi crypto di Amerika Serikat dan pasar besar lainnya. Ketika regulasi mendukung inovasi, kepercayaan lembaga terhadap Bitcoin biasanya meningkat.

Selain itu, kondisi ekonomi global juga memegang peranan penting. Bila suku bunga terjaga dan tidak ada kejadian besar seperti resesi atau konflik geopolitik, maka investasi dalam aset berisiko seperti Bitcoin cenderung berlanjut.

Kinerja ETF dalam jangka menengah juga menjadi kunci, karena pertumbuhan aset yang dikelola (AUM) dari produk ini akan menentukan apakah tren akumulasi dapat bertahan atau melambat.

Risiko Tetap Perlu Diwaspadai Meskipun Ada Optimisme

Meskipun prediksi sebesar $200 ribu membawa harapan terhadap pasar, Standard Chartered juga menyoroti beberapa risiko yang dapat menghambat kenaikan harga. Apabila kinerja ETF Bitcoin menurun atau investor mulai menarik investasi mereka, maka permintaan beli bisa berkurang.

Hal yang sama juga dapat terjadi jika regulator tiba-tiba memperketat peraturan terkait crypto atau jika ada ketegangan global yang menyebabkan orang beralih ke uang tunai.

Ketidakpastian juga berasal dari potensi volatilitas jangka pendek. Dengan volume perdagangan yang tinggi dan dominasi perdagangan algoritma, pasar masih sangat terpengaruh oleh berita negatif.
Oleh karena itu, meskipun tren jangka panjang menunjukkan arah naik, investor tetap harus waspada terhadap kemungkinan fluktuasi.

Pergerakan Harga Bitcoin

Dilansir dari Pintu Market, harga Bitcoin hari ini adalah Rp 1.908.698.864, dengan volume perdagangan Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir mencapai US$48.650.430.397, mencerminkan kenaikan sebesar 36,30�ri sehari sebelumnya dan menempatkannya dalam daftar teratas volume mata uang crypto.

Sementara itu, harga Bitcoin telah mencapai harga tertinggi sepanjang waktu di sekitar US$122. 838 dan harga terendah sepanjang waktu di US$67,81. Saat ini, harganya berada 4,41% di bawah level tertinggi tersebut dan 173,07 rb% di atas harga terendahnya.

Sedangkan kapitalisasi pasar untuk Bitcoin (BTC) saat ini adalah US$2.337.946.646.404. Kapitalisasi pasar ini didapat dengan mengalikan harga token dengan jumlah pasokan token BTC yang beredar (20 Juta token yang dapat diperdagangkan saat ini).

Berapa valuasi terendusi sepenuhnya dari Bitcoin (BTC)?

Valuasi terendusi penuh (FDV) Bitcoin (BTC) adalah US$2.337.946.646.404. Ini merupakan gambaran statistik dari kapitalisasi pasar maksimum, bila seluruh jumlah token total sebanyak 21 Juta BTC beredar semuanya. Berdasarkan jadwal peluncuran token BTC yang direncanakan, mungkin akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk FDV terealisasi.

Itulah pergerakan harga Bitcoin hari ini dan faktor apa saja yang mempengaruhi perubahan harga Bitcoin yang saat ini tertahan di US$ 118.00, mungkinkah prediksi Standard Chartered terwujud hal tersebut tergantung faktor besar apa yang mempengaruhinya di tengah perjalanan.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.rko

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru