Dinilai Potensial, DPR Minta Pemerintah Siapkan Jalur Wisata Khusus untuk Museum Surabaya

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengusulkan adanya konektivitas antarmuseum dan situs sejarah di Surabaya guna mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Ide yang bagus kalau tempat-tempat bersejarah di Surabaya saling terhubung, tapi harus dimulai dengan transportasi khusus agar museum-museum ini ramai pengunjung," ujar Bambang Haryo saat ditemui di Surabaya, Kamis (7/8/2025).

Baca juga: Menuju Porprov 2027 dan PON 2028, IPSI Jatim Mantapkan Pembinaan Organisasi untuk Dongkrak Prestasi

Menurutnya, perlu disiapkan moda transportasi wisata khusus dengan jalur tersendiri yang tidak mengganggu lalu lintas umum. Ia mencontohkan penerapan serupa di negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

"Thailand tidak punya wisata alam sebanyak Indonesia, tapi kunjungan wisatanya tinggi karena mengangkat budaya dan museum. Malaysia punya Museum Sarawak, Vietnam punya Terowongan Cu Chi, keduanya bisa menarik jutaan wisatawan tiap tahun. Kita punya jauh lebih banyak," ucap Bambang.

Ia juga menyoroti pentingnya peran museum dalam edukasi generasi muda. Ia mencontohkan Jepang, di mana anak-anak sejak dini sudah dikenalkan dengan museum sebagai bagian dari pembelajaran sejarah.

Baca juga: Kemenparekraf dan DPR Dorong Komersialisasi Kuliner Lewat Pelatihan di Surabaya

“Indonesia perlu mendorong pola serupa agar museum berkembang dan berkelanjutan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Budaya Disbudporapar Kota Surabaya, Saidah, mengatakan bahwa Pemkot Surabaya telah merancang konektivitas antarmuseum melalui jalur air di Sungai Kalimas.

Namun, rencana tersebut terkendala oleh pasang-surut debit air, terutama pada jalur dari Sumur Jobong Peneleh hingga Rumah Lahir Bung Karno yang semula dirancang terhubung lewat dermaga.

Baca juga: Kemenparekraf dan DPR Dorong UMKM Surabaya Kuasai Desain Digital untuk Promosi Produk

“Karena itu, usulan transportasi darat yang disampaikan Pak Bambang sangat mungkin diwujudkan. Kalau bisa disiapkan jalur khusus, tentu akan sangat membantu wisatawan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Haryo juga mengunjungi Museum H.O.S. Tjokroaminoto yang rata-rata dikunjungi 40–50 orang per hari, dan meningkat hingga 300–350 orang saat akhir pekan. Mayoritas pengunjung merupakan pelajar, mahasiswa, serta wisatawan mancanegara. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru