Monumen Reog Ponorogo Setinggi 126 Meter Diprediksi Rampung 2028

surabayapagi.com
Penampakan Monumen Reog Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Progres pembuatan monumen Reog Ponorogo masih terus dikerjakan. Dalam kesempatan ini, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (RI) Fadli Zon meminta seluruh pihak berkolaborasi untuk bisa menghidupkan monumen reog di Kecamatan Sampung itu.

Selain itu, dalam kunjungannya, Fadli Zon menghadiri pemasangan panel kepala merak monumen reog Ponorogo, Senin 11 Agustus 2025. Dan kedepannya, berjanji bakal memberikan dukungan berupa penataan di lokasi yang bakal menjadi icon kebudayaan reog Ponorogo tersebut.

Baca juga: Monumen Reog Ponorogo Dapat Tambahan Dana Pemerintah Rp 10,6 M

“Pemerintah provinsi, kabupaten, masyarakat serta komunitas bisa menghidupkan tempat ini menjadi sebuah ekosistem budaya atau kantong budaya yang akan hidup dinamis dengan beragam aktivitas, termasuk yang juga menghidupkan perekonomian di wilayah sekitar monumen dan museum ini,” ungkapnya, Selasa (12/08/2025).

Baca juga: Saingi GWK Bali, Pembangunan MRMP Dapat Suntikan Dana Rp 164,7 Miliar

“Kita akan ikut membantu terutama nanti di dalam penataan museum dan juga koleksi museum dari reog Ponorogo, termasuk temuan-temuan yang ada nanti kita akan bekerja bersama untuk penataan, tata pamernya kemudian narasinya, story teling, edukasi dan sebagainya,” imbuh Menteri Kebudayaan RI.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, menjelaskan bahwa pemasangan panel kepala burung merak di monumen reog Ponorogo ini menandai selesainya pembangunan bangunan utama dari monumen setinggi 126 meter tersebut.

Baca juga: Progres Pembangunan Patung MRMP Ponorogo Rampung Akhir Tahun

Lebih lanjut, Sugiri mengaku seluruh pembangunan diperkirakan bakal selesai tahun 2028 nanti. “Paling 2028 sudah bisa selesai semuanya, saya juga menggandeng beberapa pengusaha untuk bersama-sama berfikir wahana-wahana diluar museum di luar area ini kan masih banyak, ada 29 hektare lahan yang harus kita explore untuk wisata dan budaya,” tutur Sugiri Sancoko. pn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru