SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai wujud mendorong tumbuh kembangnya budaya literasi di lingkungan siswa dan santri, Asosiasi Santrie Mandiri Bersama tim TBM RKD Pangean dan Alfalfa Course memberikan bantuan buku gratis, yang diserahkan ke sejumlah Pondok Pesantren di Lamongan diantaranya Pondok Pesantren Hidayatul Ummah Pringgoboyo, Kecamatan Maduran.
Bantuan aneka macam buku tersebut diberikan bagian dari program “Santri Peduli Literasi” yang digagas oleh Asosiasi Santrie Mandiri, dalam upaya mendorong minat baca di kalangan pelajar, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses buku.
Baca juga: Dukung Akurasi Awal Bulan Hijriah, Lamongan Luncurkan Aplikasi Hisab Rukyat
Buku-buku yang dibagikan tersebut, seperti disampaikan oleh Ahmad Jibril, ketua Asosiasi Santrie Mandiri, bermacam buku, mulai buku pelajaran sekolah, cerita anak bergambar, hingga buku pengetahuan yang memantik rasa ingin tahu siswa.
"Kami bersama pengurus telah membagikan aneka macam buku pelajaran, menggambar dll, sebagai upaya menumbuhkan santri literasi di tengah gempuran teknologi," kata Gus Jibril biasa orang memanggil nya Rabu, (20/8/2025).
Di tengah derasnya arus teknologi digital ini tambah Gus Jibril, sebagai langkah sederhana seperti berbagi buku masih terbukti membawa kehangatan dan harapan. Dari halaman-halaman yang kini digenggam erat para siswa, terbentang mimpi-mimpi baru yang suatu saat akan mengantarkan mereka menuju masa depan yang lebih cerah.
Baca juga: Belum ada Progres, Komisi C Anggap Pengembang Grand Zam-Zam Residence "Balelo"
"Buku adalah jendela dunia. Dengan buku ini saya berharap pelajar dan santri bisa melihat dunia yang lebih luas dalam menggapai cita-citanya. Kami ingin anak-anak memiliki peluang untuk melihat dunia yang lebih luas, memahami lebih banyak hal, dan berani bercita-cita tinggi,” ujarnya saat sambutan.
Program ini lanjutnya, bukan kegiatan sekali jalan, tapi akan menjadikannya agenda rutin, menyasar sekolah-sekolah dan pesantren di berbagai daerah, khususnya yang pondok pesantren yang terafiliasi dengan Asosiasi Santri Mandiri.
"Kami bersinergi membangun Santri yang berkemandirian dalam ilmu pengetahuan dan Program buku ini tidak hanya sekedar fisik buku itu sendiri, melainkan akan berkembang dengan kegiatan - kegiatan dan praktik pelatihan metode - metode pengajaran untuk pembekalan guru - guru di lembaga tersebut". Ujar ketua Asosiasi Santri Mandiri dan Tim TBM RKD pangean saat diwawancarai.
Salah satu penerima bantuan, Gus Abdullah Masrur, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ummah Pringgoboyo, Maduran, Lamongan mengapresiasi gerakan gemar membaca buku ini yang digagas oleh Asosiasi Santrie Mandiri dibawah komando Gus Jibril.
Menurutnya gerakan ini sangat tepat dan sangat membantu pihak sekolah, karena koleksi perpustakaan sekolah selama ini terbatas, sehingga program ini akan menjadi tambahan yang berharga untuk kualitas Santri Pondok Hidayatul Ummah Pringgoboyo. “Ini bukan hanya menambah jumlah buku, tapi juga menambah semangat anak-anak untuk belajar,” ucapnya. jir
Editor : Moch Ilham