SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sempat heboh di media sosial (medsos) terkait genteng rumah berjatuhan saat karnaval sound system di Kediri. Meski demikian, kejadian ini dianggap merupakan hal yang biasa. Pihak Desa sudah siap dengan dampak yang ditimbulkan karena penggunaan sound system dengan suara besar.
"Ini hal yang biasa, kita mengambil sisi positifnya saja, berapa UMKM yang terlibat dan diuntungkan dengan acara itu," ujar Kepala Desa Gedangsewu, Ruslan Abdul Gani, Senin (25/08/2025).
Baca juga: Gegara Cek Sound Horeg ‘Gebyar Lebaran’, Warga Banyuwangi Dihajar Bule Rusia
Diketahui, dalam video berdurasi 58 detik ini terekam genteng di atas rumah jatuh saat rombongan karnaval sound system lewat di depan rumah. Dalam narasi video, dijelaskan kejadian ini terjadi di Desa Gedangsewu, Pare, Kabupaten Kediri.
Seorang perempuan berbaju merah yang diduga merupakan pemilik rumah tersebut kemudian bertanya kepada salah seorang peserta karnaval terkait kerusakan yang dialaminya tersebut. Peserta tersebut mengarahkan perempuan ini untuk melaporkan kerusakan kepada seseorang di gang lain.
Baca juga: Viral di Medsos! Tamu Pernikahan di Lamongan Beri Kado Banner Besar Transfer Uang Rp1 Juta
Pihak pemerintah desa sendiri juga telah melakukan komunikasi dengan pemilik rumah tersebut. Mereka juga sepakat untuk melakukan perbaikan terkait kerusakan yang ditimbulkan.
Lebih lanjut, Ruslan secara tegas siap untuk bertanggungjawab atas kerusakan tersebut. Mereka telah melakukan perbaikan terkait kerusakan ini. "Saya bertanggungjawab atas kerusakan tersebut dan sudah diperbaiki kemarin," tuturnya.
Baca juga: Viral! Gegara Tradisi Balon Udara, Rumah Warga Kota Blitar Nyaris Terbakar
Kegiatan karnaval sound system ini selalu digelar setiap tahun di desa tersebut. Acara ini berakhir pukul 24.00 WIB. Hingga acara selesai hanya satu rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan juga tidak parah hanya genteng saja yang jatuh.
"Yang lainnya aman, hanya rumah tersebut yang gentengnya jatuh, kalau tidak ada acara seperti ini UMKM tidak meningkat," pungkasnya. kd-01/dsy
Editor : Desy Ayu