Kerugian unjuk rasa diperkirakan hampir mencapai Rp900M, ucap Dody Hanggodo

Reporter : Redaksi
Kerugian besar akibat unjuk rasa.jkt-02/gfr

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum (PU). Telah menghitung total kerugian dari aksi unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia. Kerugian diperkirakan hampir mencapai Rp900 miliar, dengan jumlah tertinggi kerugian di wilayah Jawa Timur mencapai Rp. 124,25 Miliar.

"Biayanya total seluruh Indonesia, kemarin kami telah menghitung semua, hampir sekitar Rp900 miliar," ucap Dody saat meninjau Gerbang Tol Pejompongan, Jakarta,seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: Air Terjun Irenggolo, Pesona Alam Tersembunyi di Kaki Gunung Wilis

Menurut Dody, estimasi kerugian kerusakan yang terjadi mencakup berbagai fasilitas umum di seluruh Indonesia, termasuk gedung DPRD yang dibakar, gerbang tol, halte, hingga gedung cagar budaya. 

Dody mengatakan bahwa provinsi dengan nilai kerugian tertinggi adalah provinsi Jawa Timur mencapai Rp. 124,25 Miliar. Dengan melihat jumlah infrastruktur yang dibakar, meliputi Gedung Negara Grahadi yang merupakan cagar budaya, Kantor DPRD Kota Kediri, dan masih banyak fasilitas umum yang menjadi korban pembakaran.

Baca juga: Srambang Park Ngawi, Surga Alam Pegunungan dengan Air Terjun dan Spot Foto Instagenic

Selain Jawa Timur, Dody juga menyoroti kerusakan yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, terkait pembakaran Kantor DPRD Makassar pada Jumat, (29/8/2025) hingga Sabtu, (30/8/2025) dini hari.

"Kira-kira yang paling besar itu Jawa Timur dan Makassar," tutur Dody.

Kementerian Perpajakan umum sudah menyiapkan anggaran darurat untuk menunjang perbaikan infrastruktur sebagai respons atas kerugian kerusakan dalam rangkaian unjuk rasa.

Baca juga: Harga Sembako di Jawa Timur Hari Ini Alami Naik Turun, Cabai Jadi Penyumbang Kenaikan Tertinggi

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan penyiapan anggaran tersebut dijamin tidak akan menggangu program - program strategis presiden lainya.

"Kami menggunakan anggaran darurat dan anggaran yang ada di kami, pokoknya ini benar-benar kondisi tanggap darurat bagi kami. Arahannya Pak Presiden (Prabowo Subianto), kondisi ini termasuk tanggap darurat bagi PU," kata Dody.jkt-02/gfr

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru