SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir, imbas lonjakan harga pakan memicu kenaikan harga daging dan telur ayam di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang cukup signifikan.
Diketahui, saat ini harga daging ayam di Kabupaten Ngawi yang biasanya berkisar Rp 33 ribu per kilogram kini menembus Rp 37 ribu. Sementara telur ayam naik dari kisaran Rp 22 ribu menjadi Rp 27 ribu per kilogram.
Baca juga: Permintaan Sapi di Ngawi Melonjak hingga 15 Persen Jelang Idul Adha 2026
Tentu saja, kenaikan harga ini tak lepas dari melonjaknya biaya pakan ternak, terutama jagung kering yang menjadi tambahan utama bagi ayam petelur. Yakni harga pokok penjualan (HPP) jagung mencapai Rp5.500 per kilogram. Namun, peternak ayam harus membeli jagung dari tengkulak di kisaran Rp6.000 per kilogram.
“Kenaikan harga ini karena bahan baku pakan ternak naik. Otomatis ketika dicampur dengan konsentrat, biaya pakan bisa mencapai Rp8.000 per kilogram. HPP ayam pun naik dari Rp19 ribu menjadi Rp 21 ribu,” ujar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Senin (22/09/2025).
Baca juga: Dipicu Kenaikan Harga Ayam Ras, Kota Madiun Alami Deflasi per April 2026 Sebesar 0,02 Persen
Meski harga mengalami kenaikan, Bupati Ony memastikan pasokan daging dan telur ayam di Ngawi masih aman. Hal ini berkat optimalisasi peternak ayam potong dan petelur di berbagai wilayah, salah satunya Kecamatan Kendal.
“Kalau dulu pedagang bergantung pada pasokan dari daerah lain, saat ini kita sudah memperkuat kemitraan dengan peternak lokal. Ke depan, yang penting menjaga keberlanjutan usaha peternakan agar rantai pasok tetap terjaga,” tegasnya.
Baca juga: Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial
Lebih lanjut, melihat hal itu, Pemda berharap kenaikan harga tidak berlangsung lama, sembari mendorong penguatan kemitraan antara peternak dan pedagang untuk memastikan ketersediaan pangan tetap stabil. ng-01/dsy
Editor : Desy Ayu