SURABAYAPAGI.com, Madiun - Wali Kota Madiun Maidi terus berkomitmen dalam menunjang komoditas pangan di wilayahnya. Salah satunya dengan uji coba budidaya komoditas jagung ungu di lahan percobaan seluas 700 meter persegi yang ada di kawasan Taman Edukasi dan Wisata Ngrowo Bening.
Pasalnya, jagung ungu memiliki keunggulan ganda, yakni selain bernilai ekonomi tinggi juga bermanfaat bagi kesehatan. Tak hanya sangat berkhasiat untuk penderita diabetes maupun hipertensi dari segi kesehatan, jagung ungu juga dapat dijual dengan harga tinggi.
Baca juga: Disnaker Kota Madiun Ingatkan Aturan Bayar THR Paling Lambat H-7 Sebelum Idul Fitri
"Uji coba penanaman jagung ungu menunjukkan hasil menggembirakan. Selain rasanya enak, harga jualnya juga tinggi. Kalau jagung biasa satu tanaman menghasilkan empat sampai lima buah, sedangkan jagung ungu dua buah saja sudah luar biasa karena harganya cukup mahal. Ini peluang bagus untuk dikembangkan," ujar Maidi, Rabu (24/09/2025).
Baca juga: Diikuti Puluhan Peserta, Midnight Run Hidupkan Sport Tourism di Malam Ramadhan Kota Madiun
Ke depan, Pemkot Madiun berencana memanfaatkan lahan tidur sekitar 12 hektare untuk menanam komoditas tersebut, di samping pisang cavendish dan tanaman pangan lainnya. Hasil panennya pun berlimpah, produksi jagung ungu per hektare bisa mencapai 10–13 ton. Selain itu, jagung ungu berumur lebih pendek, sekitar 70 hari sudah bisa dipanen untuk direbus atau dimasak.
Sedangkan cara budidaya-nya, petani sekaligus pengelola lahan jagung ungu di kawasan setempat, Dedi Wijatmoko mengungkap, produktivitas jagung ungu hampir mirip dengan jagung biasa. Sedangkan menyoal harga, jagung ungu bernilai ekonomi tinggi, satu buahnya saja dihargai sekitar Rp6 ribu, sedangkan per kilogramnya bisa mencapai Rp20 ribu hingga Rp23 ribu.
Baca juga: Kisruh Penyegelan dan Pengalihan Pasar Tradisional, Ombudsman RI Periksa Pemkot Madiun
Dengan potensi tersebut, Pemkot Madiun optimistis pengembangan jagung ungu bisa menjadi salah satu solusi ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang ingin membudidayakan. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu