SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Warga di sekitar pesisir Pantai Nglarap, Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dikejutkan dengan penemuan langka yakni seekor paus balin (Balaenoptera sp.) sepanjang sekitar tujuh meter terdampar, kemarin.
Temuan bangkai mamalia laut langka ini pertama kali dilaporkan seorang petani penggarap lahan di sekitar pantai. Meski demikian, kondisi paus saat ditemukan sudah tidak bernyawa.
Baca juga: Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi
Menindaklanjuti temuan tersebut, Koordinator Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Popoh Aipda Maryanto melakukan upaya evakuasi sempat dilakukan, namun terkendala akses jalan yang sulit dijangkau alat berat.
"Pilihan metode penanganan bisa dikubur, dibakar, ditenggelamkan, atau dibiarkan terurai alami. Lubang kubur manual pun tak bisa segera digarap karena keterbatasan tenaga," tuturnya, Rabu (24/09/2025).
Baca juga: Lantik 27 Pejabat Fungsional, Bupati Gatut Ingatkan Jangan Cuma Datang Absen
Sehingga, diputuskan, pihaknya akan membiarkan bangkai paus tersebut hingga terurai secara alami. Diperkirakan membutuhkan waktu hingga 2 minggu hingga bangkai terurai.
Dan untuk mencegah bangkai hanyut kembali ke laut, petugas mengikat tubuh paus ke karang. Setelah itu, laporan kemudian diteruskan ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.
Baca juga: Optimalkan Realisasi PBB-P2 Rp 42,6 Miliar di 2026, Gatut Sunu Tekankan 4 Poin Penting
Pihaknya juga meminta kepada warga untuk tidak mendekat ke lokasi bangkai. Hal ini dikarenakan penyebab kematian belum diketahui dan berpotensi menularkan penyakit.
"Lokasinya jauh dari pemukiman, sehingga diputuskan dibiarkan terurai alami. Paus adalah mamalia berdarah panas, risikonya mirip manusia, sehingga dihimbau untuk menjauh," kata Koordinator BPSPL Denpasar Satker Surabaya Suwardi. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu