PMI Banyuwangi Catat Ratusan Warga Kurang Mampu Dapat Layanan Operasi Katarak Gratis

surabayapagi.com
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono meninjau kegiatan sosial operasi mata katarak gratis. SP/ BYW

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Palang Merah Indonesia (PMI) setempat bersama organisasi kemanusiaan, John Fawcett Foundation (JFF), menggelar layanan operasi katarak gratis selama lima hari, mulai 30 September hingga 4 Oktober 2025.

Layanan operasi katarak gratis pada tahun ini merupakan pelaksanaan tahap kedua dan sudah menyasar ke 685 warga kurang mampu di daerah setempat. Adanya layanan kesehatan gratis tersebut sebagai dukungan bakti sosial pelayanan kesehatan mata dan operasi katarak secara rutin di Banyuwangi.

Baca juga: Bentuk Kepedulian Sesama, Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi Salurkan Paket Sembako

"Kami sangat berterima kasih kepada PMI dan John Fawcett Foundation yang selama ini terus berkontribusi menyehatkan masyarakat Banyuwangi," ujar Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Rabu (01/10/2025).

Lebih lanjut, Ketua JFF I Gede Bingin menyebut terdapat tiga titik fasilitas operasi tersebut. Ada tiga titik fasilitas operasi yang bisa melayani pasien rata-rata 90-100 orang/hari. Yakni fasilitas operasi di dua bus portable yang berada di halaman Kantor PMI. Serta 1 fasilitas operasi di RSUD Blambangan.

Baca juga: Jadi Hub Angkutan Wisata, Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Fungsi Terminal Sasak Perot

Tak hanya layanan operasi katarak saja. Namun, dalam kegiatan sosial tersebut juga dilakukan pelayanan kesehatan mata lainnya, seperti pemberian kacamata, pemasangan/penggantian bola mata palsu, dan pemberian obat tetes mata.

Perlu diketahui, selama 11 tahun terakhir PMI dan JFF bersama Pemkab Banyuwangi telah memberikan pelayanan kesehatan mata dan operasi katarak gratis kepada 27.536 warga.

Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus

Dari jumlah tersebut, 4.149 warga yang telah mendapatkan layanan operasi katarak, selain itu ada pula pengobatan mata gratis menjangkau lebih dari 8 ribu orang, termasuk pemberian kacamata gratis sudah menyentuh 15.074 warga.

"Kami berharap program ini bisa terus berkelanjutan karena manfaatnya sangat besar, bukan hanya pada kesehatan, tapi juga sosial ekonomi warga. Setelah kembali sehat, tentu mereka bisa kembali produktif dan ekonominya kembali bergeliat," kata dia. by-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru