SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Di era elektrifikasi, ketika mobil listrik dari berbagai merek mampu berakselerasi sangat cepat, pengalaman di dalam kabin dan ekosistem digital telah menjadi medan pertempuran baru. Namun, Rivian justru dengan tegas memilih untuk membangun ekosistem digital mereka sendiri di dalam mobil dan menolak adopsi Apple CarPlay.
Visi Rivian adalah menciptakan sistem yang lebih à la carte atau terintegrasi secara total. Alih-alih mengandalkan mirroring dari ponsel, semua aplikasi pihak ketiga yang paling dicari seperti Spotify, Google Maps, Apple Music, hingga YouTube akan terintegrasi langsung ke dalam platform Rivian.
Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat
Meski, Apple CarPlay telah menjadi antarmuka infotainment standar bagi banyak pengemudi, sering kali karena perangkat lunak buatan pabrikan mobil dinilai kurang intuitif.
Namun, Rivian, salah satu pemain utama di pasar mobil listrik (EV), berani mengambil jalur berbeda, menjadikan pengalaman digital sebagai pembeda utama di tengah persaingan kendaraan listrik yang makin ketat.
Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin
CEO Rivian, RJ Scaringe, menjelaskan secara gamblang mengapa perusahaannya menolak sistem populer dari Apple tersebut. "Kami mengambil keputusan, yang saya yakini, bahwa pada waktunya, pelanggan akan menghargai pengalaman digital yang mulus (seamless)," ujar Scaringe, Kamis (09/10/2025).
Menurutnya, masalah utama dengan CarPlay adalah menciptakan kebutuhan bagi pengguna untuk "melompat" antara antarmuka Rivian yang unik dengan tampilan CarPlay yang terasa generik dan sama di setiap mobil.
Baca juga: Dibanderol Rp105 Juta, MPV Nissan Gravite Sasar Segmen Keluarga dengan Harga Terjangkau
Sementara, integrasi AI inilah yang menjadi alasan utama. AI diharapkan dapat menyatukan berbagai layanan aplikasi dan fitur kendaraan menjadi satu kesatuan pengalaman yang lebih personal dan cerdas, sesuatu yang sulit dicapai jika harus berbagi ruang dengan antarmuka pihak ketiga seperti CarPlay. Keputusan Rivian ini juga menggarisbawahi kekhawatiran yang semakin meningkat di antara para eksekutif otomotif.
Dan dengan mengontrol platform secara penuh, Rivian memastikan mereka memegang kendali atas inovasi, pembaruan, dan yang terpenting, data pelanggan dan kendaraan mereka. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu