Jalur Madiun - Ponorogo Via Kandangan Longsor Diguyur Hujan Deras, Aktivitas Warga Terganggu

surabayapagi.com
Jalur Alternatif Madiun-Ponorogo, masuk Dusun Kandangan, diterjang tanah longsor akibat diterjang hujan deras. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sempat diguyur hujan deras selama sepekan terakhir mengakibatkan Jalur Alternatif Madiun-Ponorogo, masuk Dusun Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun diterjang tanah longsor, pada Senin (27/10/2025) kemarin.

“Sebagian material longsor telah dibersihkan warga melalui kerja bakti, namun satu titik longsor masih belum tertangani karena tebalnya material yang menutupi badan jalan,” ujar Gianto, warga setempat, Selasa (28/10/2025).

Baca juga: Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ditutup Total

Sebanyak tujuh lokasi di sepanjang jalan alternatif tersebut diterjang material longsor dengan intensitas berbeda. Tentu, situasi tersebut menyebabkan akses kendaraan terhambat. Meski belum sepenuhnya bersih, namun jalan bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua dengan hati hati. 

Baca juga: Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas

“Titik longsor paling parah berada di dekat tinggi tebing sekitar 10 meter dan panjang material longsoran mencapai 20 meter. Jalur tersebut merupakan akses penting bagi warga Kare menuju Ponorogo maupun sebaliknya,” ungkapnya.

Meski material longsor tersebut cukup jauh dari pemukiman warga, namun jalur tersebut kerap digunakan masyarakat sekitar untuk menuju ladang dan aktivitas ekonomi harian. Sehingga, Pemerintah Desa (Pemdes) menghimbau warga untuk tetap waspada saat hujan turun, mengingat curah hujan tinggi berpotensi memicu longsor susulan dan membuat jalan semakin licin. 

Baca juga: Proses Jemur Brem di Madiun Terhambat, Produksi Banyak Andalkan Oven

“Longsoran yang menutup badan jalan membuat mobilitas warga menjadi terganggu. Pemerintah desa bersama warga setempat masih berupaya melakukan pembersihan manual sambil menunggu bantuan alat berat dari pihak terkait,” pungkasnya. md-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru