Pohon Tumbang Sebabkan Warga Tewas dan Dua Lainnya Luka, BPBD Magetan Gercep Lakukan Evakuasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas BPBD Magetan dibantu warga mengevakuasi korban tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Magetan-Ngawi, Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. SP/ MGT
Petugas BPBD Magetan dibantu warga mengevakuasi korban tertimpa pohon tumbang di Jalan Raya Magetan-Ngawi, Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Diterjang hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengakibatkan insiden pohon tumbang hingga menimpa tiga pengendara sepeda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur mencatat akibat insiden tersebut menyebabkan satu orang di antaranya tewas dan dua lainnya luka.

"Hujan intensitas ringan hingga sedang disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu sore mengakibatkan pohon jenis trembesi tumbang dan menimpa tiga korban pengendara sepeda motor yang berboncengan di Jalan Raya Magetan-Ngawi, Desa Bayemtaman, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Dari tiga korban tersebut, satu meninggal dunia dan dua lainnya luka," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Eka Radityo, Senin (09/03/2026).

Awalnya, berdasarkan keterangan sejumlah warga dan petugas di lapangan, bencana bermula ketika kendaraan melintas di lokasi kejadian dan tiba-tiba datang angin kencang dan merobohkan pohon trembesi di pinggir jalan. Pohon tersebut langsung tumbang dan mengenai pengendara yang berada tepat di bawahnya tanpa bisa menghindar. 

Selain itu, pohon tumbang juga sempat menutup 100 persen badan jalan sehingga mengganggu akses jalan kendaraan roda 2 maupun roda 4 di Jalan Raya Magetan-Ngawi. Sehingga, warga sekitar yang melihat kejadian itu segera memberikan pertolongan dengan mengevakuasi para korban ke tepi jalan. Warga juga menghubungi petugas BPBD Magetan, Polsek Kartoharjo, serta petugas kesehatan.

Diketahui, untuk korban meninggal dunia diketahui bernama Artha Rizky (10), warga Kecamatan Geneng, Ngawi. Sementara orang tuanya Agus Tri Antoko (36) dan Supriyani (36) mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat. Setelah proses pendataan, korban luka kembali ke rumah dan korban meninggal langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

Pihak BPBD Magetan meminta warga untuk waspada saat hujan lebat disertai angin kencang melanda, hindari aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, tidak berteduh atau melintas di bawah pohon besar, pohon miring yang rawan tumbang, atau ranting yang tampak rapuh. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Dituntut 7 Tahun Penjara, Pengacara Sugiri Sebut Jaksa KPK Acuhkan Fakta Persidangan

Dituntut 7 Tahun Penjara, Pengacara Sugiri Sebut Jaksa KPK Acuhkan Fakta Persidangan

Selasa, 14 Jul 2026 17:04 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 17:04 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Tim penasihat hukum Bupati Ponorogo nonaktif Sugiri Sancoko menilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak …

MajaCraft Hadirkan Ekosistem Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

MajaCraft Hadirkan Ekosistem Digital bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Indonesia

Selasa, 14 Jul 2026 15:16 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Transformasi digital membuka peluang baru bagi pelestarian budaya Indonesia. Melalui MajaCraft.id, karya para pengrajin dan…

Kebakaran Gunung Gombak di Ponorogo Hanguskan 15 Hektare Karhutla

Kebakaran Gunung Gombak di Ponorogo Hanguskan 15 Hektare Karhutla

Selasa, 14 Jul 2026 15:11 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Gombak atau Gunung Nglarangan di Dukuh Karanggayam, Desa Sukosari,…

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Babak baru penanganan perkara korupsi yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasuki tahap krusial. Jaksa Penuntut Umum (…

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - MPLS yang di selenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 15 surabaya tak kalah menarik untuk di jadikan contoh oleh sekolah lain. MPLS…

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki musim kemarau yang disertai angin kencang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan…