Ambruk Diterjang Hujan, Pemkab Lumajang Bangun Ulang Jembatan Sungai Tutur

surabayapagi.com
Progres pembangunan jembatan yang ambruk di Sungai Tutur di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro menggunakan alat berat. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sempat ambruk diterjang hujan deras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memulai pembangunan jembatan Sungai Tutur di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, untuk memulihkan konektivitas vital antara Kecamatan Senduro dan Gucialit, terutama di sektor ekonomi dan pendidikan.

Pembangunan jembatan sepanjang 8 meter tersebut dikebut menggunakan konstruksi Bailey bridge portable, yakni teknologi yang memungkinkan pemasangan cepat, kokoh, serta aman terhadap arus sungai.

Baca juga: Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ditutup Total

"Pembangunan jembatan Sungai Tutur ini dilakukan agar aktivitas warga kembali normal," jelas Bupati Lumajang Indah Amperawati, Senin (03/11/2025).

Diketahui, lebar jembatan juga diperluas dari semula 3,5 meter menjadi 4,2 meter untuk menampung volume kendaraan yang meningkat dan memberikan kenyamanan bagi pengguna.

Baca juga: Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas

"Untuk pembangunan jembatan ini diperlebar untuk aktivitas masyarakat yang lebih lancar," terang Indah.

Diketahui sebelumnya, jembatan penghubung antara Kecamatan Gucialit dan Senduro di Desa Kandang Tepus ambruk pada Jumat (19/09/2025). Pondasi jembatan tersebut sebelumnya telah mengalami pengikisan akibat intensitas hujan tinggi. Akibatnya, debit air meningkat dan menyebabkan konstruksi jembatan di atas Kali Tutur ambruk.

Baca juga: Proses Jemur Brem di Madiun Terhambat, Produksi Banyak Andalkan Oven

Sehingga, Pemerintah Daerah (Pemda) menargetkan jembatan Bailey dapat digunakan dalam waktu dekat, sembari menyiapkan pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh dan berkelanjutan. Pembangunan ini sekaligus menegaskan prinsip dasar bahwa solidaritas masyarakat dan kehadiran pemerintah merupakan pondasi utama dalam proses pemulihan. lj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru