Prabowo Undang Mantan Dirut PT KAI, Bahas Whoosh

surabayapagi.com
Momen Ignasius Jonan saat diajak diskusi bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Jakarta.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan direksi di Citibank, dan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan diundang Presiden Prabowo Subianto. Ia diajak diskusi selama dua jam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11).

Prabowo mengatakan dirinya bertukar pandangan dengan Jonan.

Baca juga: 12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

"Ya, kita tukar-menukar pandangan, ya. Beliau, saya kira, tokoh. Tokoh bangsa. Jadi, saya senang selalu ketemu dan tukar-menukar pandangan dalam banyak hal," kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

Prabowo mengatakan banyak hal dibahas. Salah satunya soal kereta cepat Whoosh.

Ignasius Jonan pernah menjabat sebagai direksi di Citibank, yaitu sebagai Direktur pada tahun 1999–2001 dan kemudian sebagai Managing Director pada tahun 2006–2009.

Kepada wartawan, Ignasius Jonan mengatakan bahwa tidak ada tawaran penugasan dari Prabowo kepada dirinya.

Kendati demikian, kata Jonan, dirinya siap jika diminta untuk kembali mengabdi kepada negara.

Baca juga: Airlangga Umumkan Kesepakatan Dagang antara Prabowo dan Trump

"Kalau sebagai warga negara, kalau diminta untuk bekerja untuk negara ya mestinya siap, kalau mampu. Kalau saya mampu sih ya. Itu aja sih. ya tergantung yang ngasih tugas," kata Jonan saat ditanya awak media terkait peluang untuk kembali mengabdi bagi negara.

Jonan mengatakan, pertemuannya dengan Presiden murni bersifat diskusi dan tukar pandangan sebagai warga negara.

 

Baca juga: Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Ubah Wajah Transportasi KAI

Nama Jonan melambung saat menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) periode 2009 hingga 2014. Di bawah kepemimpinannya, PT KAI bertransformasi memperbaiki layanan publik dan manajemen operasional hingga mengubah wajah transportasi kereta api Indonesia menjadi lebih baik.

Keberhasilan tersebut membawanya ke kursi pemerintahan sebagai Menteri Perhubungan (2014-2016), dan kemudian sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari tahun 2016 hingga 2019, sebelum akhirnya kembali aktif sebagai komisaris di berbagai perusahaan swasta terkemuka. n erc/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru