Diterjang Material Banjir Lahar, Tanggul Sungai Regoyo di Lumajang Jebol 150 Meter 

surabayapagi.com
Penampakan Banjir lahar Gunung Semeru yang menerjang aliran Sungai Regoyo di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Diterjang banjir lahar Gunung Semeru, mengakibatkan volume aliran Sungai Regoyo di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang naik hingga memicu tanggul sungai jebol sepanjang sekitar 150 meter.

Air banjir lahar tersebut mengalir deras dan membawa material vulkanik dari hulu gunung. Derasnya arus banjir lahar tersebut menyebabkan dua bangunan warung, satu bengkel, serta sejumlah lahan pertanian warga terendam.

Baca juga: Dongkrak Pertumbuhan UMKM, Diskopindag Lumajang Gelar Bazar Murah Ramadhan Kareem

Selain itu, jalan desa di sekitar lokasi juga tergenang air bercampur material vulkanik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Curah hujan yang tinggi mengakibatkan banjir lahar Gunung Semeru dan berdampak ke lahan pertanian warga di Desa Gondoruso," ujar Anggota Polsek Pasirian, Aiptu Widi, Kamis (06/11/2025).

Baca juga: Pemkab Lumajang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Antisipasi Arus Mudik dan Wisata Nyaman dan Aman

Selain menerjang rumah hingga warung, juga ada sekitar 30 hektar lahan pertanian yang rusak serta menghanyutkan sekitar 20 makam warga. Sementara itu, aktivitas warga tiga dusun yang sempat terisolasi kini sudah normal kembali karena aliran sungai sudah surut. 

Menindaklanjuti musibah tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berencana akan memperpanjang masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang akan berakhir pada 7 November besok.

Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Pemkab Lumajang Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman

Selain itu, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur, dengan menyiapkan langkah penyudetan untuk mengalihkan aliran air kembali ke jalur semula. Hal itu lantaran pihaknya menilai upaya ini penting agar banjir tidak mengarah ke permukiman.

Perlu diketahui, banjir lahar Gunung Semeru ini terjadi setelah kawasan puncak gunung diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau Waspada. lj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Kamis, 05 Mar 2026 19:47 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:38 WIB
Jumat, 06 Mar 2026 18:28 WIB
Berita Terbaru