Lewat I-Care dan Neurointervensi, Pemkab Banyuwangi Perkuat Layanan Stroke

surabayapagi.com
upati Ipuk saat hadiri peringatan Hari Stroke Sedunia di CFD Banyuwangi, Jawa Timur. SP/ BYW

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka menekan serta antisipasi dini kasus stroke, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berkomitmen untuk memperkuat layanan kesehatan melalui inovasi Sistem Rujukan Cepat Pasien Stroke (I-Care) serta layanan neurointervensi guna meningkatkan keberhasilan diagnosis dan penanganan pasien.

“Layanan stroke menjadi prioritas karena tren kasusnya terus meningkat. Maka, kita bergerak cepat, kita bangun sistem, inovasi, dan peralatan yang andal agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik,” jelas Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam peringatan World Stroke Day yang digelar di area Car Free Day (CFD) Jalan A. Yani, Senin (17/11/2025).

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Chikungunya, Dinkes Pamekasan Gerakkan Kader Posyandu

Pasalnya, prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk dengan sekitar 2,9 juta kasus baru setiap tahun. Sementara itu, Survei Kesehatan Nasional 2023 mencatat prevalensi stroke di Jawa Timur sebesar 9 per mil pada penduduk usia ≥15 tahun. Dengan populasi Banyuwangi sekitar 1,7 juta jiwa, diperkirakan 10.800 penduduk berisiko mengalami stroke setiap tahun.

Ipuk menambahkan, pemkab terus mendorong pencegahan penyakit tidak menular, termasuk stroke, melalui edukasi kepada masyarakat. Upaya penanganan juga diperkuat seiring meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan.

Baca juga: Antisipasi Kasus ‘Super Flu’, Dinkes Madiun Perketat Protokol Kesehatan

Selain layanan pemeriksaan stroke, Pemkab juga menyediakan layanan skrining kesehatan, termasuk pemeriksaan USG Doppler carotid dan Transcranial Doppler (TCD) gratis untuk mendeteksi penyempitan pembuluh darah ke otak.

Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Anggraeni, menjelaskan pihaknya terus mengembangkan inovasi untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas penanganan stroke. Salah satunya melalui I-Care yang memfasilitasi rujukan cepat pasien sehingga meningkatkan keberhasilan penanganan dalam golden period, yakni 4,5 jam sejak serangan awal.

Baca juga: Kasus Diabetes di Trenggalek Tembus 10.714 Orang, Mayoritas Perempuan

RSUD Blambangan juga mengembangkan layanan CODE STROKE yang memastikan pasien dalam golden period langsung ditangani tim IGD untuk mendapatkan golden standard diagnosis. 

Layanan tersebut mencakup CT Scan 128 slice yang menunjang akurasi diagnosis serta terapi trombolisis (r-TPA) sesuai standar klinis. Tidak hanya pada fase emergensi, RSUD Blambangan juga memperkuat layanan spesialistik lanjutan melalui tim BENVI (Blambangan Neurovascular & Neurointervensi). by-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru