SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Warga Desa Jaten Kecmatan Wonodadi Kabupaten Blitar, bersama warga setempat mencari keberadaan APN 8 (P) sejak Rabu (19 Nop.2025) petang, setelah keluarganya melihat APN jelang mahgrib belum pulang, akhirnya pihak keluarga dan warga mencarinya, sampai makan tidak dibtemukan akhirnya melapor ke Polsek Wonodadi Kamis 20 Nop.2025 pagi.
Untuk di ketahui hilangnya APN bocah perempuan berkebutuhan kusus ini hilang, menurut pihak keluarganya perginya APN itu di ketahui pada Rabu jelang mahgrib (19 Nopember 2025) sementara cuaca hujan deras di wilayah Kec.Wonodadi sejak siang hari, setelah di cari dengan warga masarakat desa Jaten dan sekitarnya, baik di aliran sungai APN belum di temukan, dan pagi harinya ( Kamis 20 Nop.2025).
Baca juga: Team SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian Bocah 8 Tahun di Blitar
Kejadian itu setelah di laporkan ke Polsek Wonodadi, menurut Kapolsek Wonodadi Iptu Al Sukron SH melalui Kasi Humas Polres Blitar Iptu Samsul Anwar, sebelum resmi di laporkan, pihak Polsek bersama pihak kecamatan Wonodadi dan masarakat melakukan upaya pencarian korban, namun sampai Kamis dini hari belum di temukan.
Baca juga: 3 Hari Tanpa Kabar Sang Putri, Orang Tua di Sumenep Lapor Polisi
" Setelah pencarian APN hampir semalam ( Rabu 19 Nop.2025) belum di temukan, sampai sore ini ( Jumat 21 Nop.2025) belum di temukan, kita koordinasi dngn pihak BPBD dan BASARNAS sejak Kamis, juga pihak Kec.Wonidadi sekaligus dngn Pemdes, sekaligus untuk pencarian korban di seputaran lokasi desa Jaten belum berhasil di mana posisi korban." Kata Iptu Samsul.
Masih menurut Iptu Samsul APN 8 tahun dengan tinggi badan 130 Cm, kulit sawo matang, wajah oval, rambut lurus, serta berkebutuhan kusus dan korban itu tinggal bersama keluarganya
" Karena hari sudah agak petang pencarian di hentikan sementara, besuk ( Sabtu 22 Nop.2025) pencarian di lanjutkan termasuk di aliran sungai selain ke pihak keluarganya yang ada di Tulungagung, memang pernah APN hilang saat di Tulungagung namun di temukan, memang aliran sungai di Wonodadi deras, karena hujan terus menerus dengan tensi tinggi, untuk itu kita berpesan, bagi masarakat yang bertemu dngn korban dengan ciri ciri kusus korban sulit berbicara, dan gigi satu bagian atas, segera melapor ke Polisi." Pungkas Iptu Samsul Anwar.Les
Editor : Redaksi