Didominasi Wisman Eropa, Kunjungan Wisata di Kota Malang Naik Tembus 77 Persen

surabayapagi.com
Ilustrasi. Kunjungan wisata di Kota Malang, Jawa Timur melonjak. SP/ MLG

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat tren positif di sektor pariwisata pada tahun 2025. Kunjungan wisata tersebut bahkan didominasi wisatawan mancanegara (Wisman) Eropa terutama sejak pertengahan tahun.

Bahkan hingga akhir Oktober, kunjungan wisata sudah mencapai 77 persen dari target tahunan sebesar 3,3 juta wisatawan. Sehingga, pihaknya optimis target kunjungan dapat tercapai hingga akhir tahun 2025 mendatang. 

Baca juga: Destinasi Wisata Bersejarah Candi Lemah Duwur yang Indah Bernuansa Mistis dan Sakral

“Sampai akhir Oktober 2025 kemarin, dari target 3,3 juta satu tahun itu sudah tercapai 77 persen. Ini sudah menjelang akhir November, pastinya akan ada tambahan lagi. Mudah-mudahan sampai dengan akhir Desember nanti targetnya bisa tercapai,” jelas Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, Rabu (26/11/2025).

“Memang ada kecenderungan meningkat Wisman yang datang ke Kota Malang. Alhamdulillah Kota Malang semakin dikenal dengan keamanannya, kenyamanannya, udaranya yang enak dan kulinernya yang banyak,” katanya.

Baca juga: Wisata Edukasi Ijen Farmhouse Tawarkan Destinasi Unik Ruang Terbuka Hijau bagi Anak-anak

Adanya peningkatan tren positif tersebut membuat Kota Malang kini mulai menjadi bagian dari paket wisata turis Eropa. Meski sebagian besar wisatawan tersebut lebih lama tinggal di Bali, Kota Malang sudah menjadi salah satu destinasi singgah.

“Rata-rata Wisman 1–2 hari di Kota Malang. Itu yang akan kami perjuangkan supaya mereka bisa lebih lama stay di sini,” tambahnya.

Baca juga: Destinasi Sendang Asmoro Tuban, Pilihan Wisata Murah Meriah dan Seru di Akhir Pekan

Sementara itu, untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, Disporapar berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan pemerintah daerah di Malang Raya dan juga Jawa Timur.

“Berbicara wisata ini tidak ada batasnya. Kota Malang kondusif, tetapi di luar Kota Malang kurang kondusif, itu juga berpengaruh. Maka sinergi dan kolaborasi Malang Raya sangat penting,” ungkap Baihaqi. ml-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru