Diduga Idap ODGJ, Seorang Janda di Blitar Nekat Ceburkan Diri ke Sungai Brantas Masih Tahap Pencarian

Reporter : Lestariyono Blitar
Pencarian korban terbawa arus Sungai Brantas oleh tim gabungan yang terjadi pada Senin (12/01/2026) sore. SP/ Lestariono

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Pencarian korban terbawa arus Sungai Brantas yang terjadi pada Senin (12/01/2026) sore. Hal itu seperti yang di sampaikan Kasi Humas Polres Blitar Kota pada wartawan, usai pelepasan dan perkenalan Jabatan Kapolres Blitar Kota pada Selasa (13/01/2026) Siang tadi.

Untuk diketahui bahwa seorang wanita berusia 25 tahun di ketahui hanyut Sungai Brantas pada Senin (12/01/2026), sekitar pukul 13.00, wanita yang merupakan seorang janda itu diketahui oleh warga Desa Tukuskriyo Kec Sanankulon, datang di rumah warga, dengan kendarai motor Yamaha Mio dengan Nopol.AG 5828 KAN, setelah itu motor warna Putih hitam di parkir dekat rumah warga, selanjut nya korban yang kenakan Rok dan baju hitam menuju di sungai Brantas dekat dengan Jembatan S.Brantas.

Baca juga: SatLantas Polres Blitar Kota, Gelar Ramp Check di Terminal Patria dan PIPP

"Tak lama waktu, saksi saksi  warga sekitar di S.Brantss melihat korban berjalan ke arah sungai Brantas, saksi saksi mendengar suara BYUR, dan salah satu saksi mendengar itu bilang ada suara orang terjebur sungai," terang AKP Samsul dalam keterbagnanya.

Ternyata benar, seperti keterangan saksi Syaeful 32 dan Sutego 73 warga Dusun mBoro Desa Tuliskriyo Kec.Sanankulon, menyampaikan,  wanita yang saat itu belum di ketahui identitas nya dah berada di aliran sungai Brantas, sambil memegang akar pohon, mungkin untuk bertahan, langsung beberspa warga terjun untuk menolong korban, namun rupanya kedatangan warga itu dilihat korban, langsung korban melepas pegangan akar yang semula untuk menahan diri, karena derasnya sungai Brantas, korban hanyut dan tidak bisa tertolong.

Akhirnya motor yang di bawa korban diperiksa Petugas Polsek Sanankulon bersama warga, dalam jok motor di temukan Dompet berisi KTP atas nama Devi Puspitasari 25 warga Jl.Sukawesi 25 RT./ RW.1 Kel.Klampok Kec.Sananwetan Kota Blitar, dan  STNK Mio atas nama Tumiati, Dusun Sanan RT.3/RW.1 Desa Jugo Kec.Kesamben Kab.Blitar.

Akhirnya petugas mendatangi alamat tersebut, dan di nyatakan benar bahwa oleh pihak keluarganya bahwa Devi adalah keluarganya.

Baca juga: Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas, Polres Blitar Kota Hadirkan Tokoh Pewayangan

"Benar dari pihak keluarga korban yang bernama Haryanto 53 yang serumah dengan korban menyatakan bahwa korban adalah keluarganya, dan pihak keluarga mendengar dari sebuah radio, akhirnya mencari keberadaan korban." Tambah AKP Samsul.

Baca juga: Pengusaha Pembuat Etalase dan Pasang CCTV Dibekuk Reskrim Polres Blitar kota

Akhirnya diketahui bahwa Devi rutin periksa di Puskesmas Sananwetan diduga idap ODGJ, yang awalnya sejak 3 bulan lalu.

"Sebelumnya korban sempat pamit sebelum kejadian, bahwa korban mau pergi, pamit ibunya mau bunuh diri, dan langsung pergi sambil bawa Motor." Terang AKP Samsul lebih rinci setelah mendapat keterangan dari pihak keluarganya.

Sampai saat ini, Selasa (13/01/2026), korban belum ditemukan, karena derasnya aliran S.Brantas. "Kini kita masih melakukan pencarian dengan gabungan BASARNAS, Potensi SAR juga mendirikan Posko di kantor desa Tuliskriyo, semoga segera bisa di ketahui keberadaan atau posisi korban, kami koordinasi dengan BASARNAS Kabupaten Tulungagung," pungkas AKP.Samsul Anwar tadi siang. les

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru