Ratusan KK Terdampak Longsor, Pemkab Bondowoso Gercep Distribusikan Air Bersih

surabayapagi.com
Petugas BPBD menyalurkan air bersih di wadah yang sudah disiapkan warga Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Bondowoso. SP/ BDW

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Imbas pipa air dari hulu terputus akibat tanah longsor beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, mulai mendistribusikan air bersih untuk ratusan kepala keluarga (KK) yang mengalami kekurangan air bersih ke enam dusun di Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, itu berlangsung selama 45 hari.

Pasalnya, pelaksanaan perbaikan pipa air membutuhkan waktu sekitar 45 hari dan selama perbaikan itu BPBD terus mendistribusikan air bersih secara bergiliran menggunakan truk tangki milik pemerintah daerah setempat.

Baca juga: Diterjang Material Longsor saat Hujan Deras, Jalur Wisata Bromo via Malang Ditutup Total

"Kalau kami menargetkan perbaikan pipa air 45 hari, dan sebelum pertengahan Februari atau menjelang bulan Ramadhan kami pastikan rampung," ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso Kristianto Putro Prasojo, Rabu (21/01/2026).

Baca juga: Mitigasi Bencana Akhir Tahun, BPBD Trenggalek Pasang EWS dan CCTV

Pemerintah daerah pun terus mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari 503 kepala keluarga terdampak kekurangan air bersih. Diketahui, sebanyak enam dusun di Desa Klekean yang mengalami kekurangan air bersih itu, yakni Dusun Krajan 80 KK, Dusun Banteng Lor 69 KK, Dusun Plampang 130 KK, Dusun Banteng Dukbetoh 70 KK, Dusun Banteng Kidul 130 KK, Dusun Sumberwaru 30 KK.

Dan hingga saat ini, tim BPBD terus mendistribusikan air bersih secara bergiliran menggunakan truk tangki milik pemerintah daerah setempat. Selain rutin mendistribusikan air bersih ke enam dusun terdampak kekurangan air bersih itu, juga memberikan bantuan jerigen kepada masyarakat.

Baca juga: Akses Jalan Utama Lumpuh Akibat Longsor, Warga di Ponorogo Terancam Terisolir

"Kami juga memberikan bantuan sebanyak 149 jerigen (tempat air bersih) untuk masyarakat terdampak," kata Kristianto. bd-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru