Wali Kota Mojokerto Tekankan Musrenbang Kelurahan sebagai Arah Pemanfaatan Anggaran

Reporter : Dwi Agus Susanti
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan bahwa Musrenbang Kelurahan memiliki peran strategis sebagai pintu pertama perencanaan pembangunan daerah.

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan se-Kota Mojokerto memasuki hari ketiga yang digelar di Kelurahan Kranggan, Kelurahan Gedongan, dan Kelurahan Kauman (21/1).

Sebagaimana diketahui Musrenbang merupakan forum yang menjadi tahapan awal dalam penyusunan rencana pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027.

Baca juga: 1.116 PPPK Paruh Waktu Kota Mojokerto Ikuti Pembekalan Tahun 2026

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa Musrenbang Kelurahan memiliki peran strategis sebagai pintu pertama perencanaan pembangunan daerah. Alokasi anggaran setiap kelurahan ditetapkan sejak awal berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, kebutuhan masyarakat, dan data anggaran tahun sebelumnya. 

Penetapan tersebut dilakukan karena perencanaan pembangunan dan penganggaran disusun satu tahun sebelum pelaksanaan, sehingga Musrenbang difokuskan pada penyusunan skala prioritas kebutuhan masyarakat.

“Alokasi anggaran sudah dihitung sejak awal. Oleh karena itu, Musrenbang bukan forum untuk menambah jumlah anggaran, melainkan menyepakati program prioritas yang paling dibutuhkan masyarakat dan berdampak langsung,” tegasnya.

Baca juga: Musrenbang Kelurahan Gununggedangan, Peningkatan Daya Saing Sektor Unggulan Ekonomi jadi Atensi Wali Kota

Ning Ita menegaskan bahwa aspirasi masyarakat yang diwadahi dari tingkat kelurahan akan diseleksi dan diselaraskan pada tahapan Musrenbang Kecamatan, kemudian dibahas lebih lanjut pada Musrenbang tingkat kota hingga menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah.

“Musrenbang ini merupakan tahapan awal perencanaan pembangunan. Apa yang dirumuskan di tingkat kelurahan akan dibawa ke kecamatan, lalu dilanjutkan di tingkat kota, dan selanjutnya dibawa ke provinsi hingga nasional,” jelas Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Melalui perencanaan berjenjang tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto memastikan bahwa setiap usulan pembangunan tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian target pembangunan yang lebih luas, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Baca juga: Wujudkan Pengadaan Transparan, Pemkot Mojokerto Teken Kontrak Payung ATK Kertas di Tahun 2026

Dengan pelaksanaan Musrenbang Kelurahan ini  Ning Ita berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dalam menyusun pembangunan yang menyeluruh, tepat sasaran, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Mojokerto.

Untuk diketahui arah kebijakan pembangunan pada tahun 2027 mendatang adalah meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan daerah. Dwi

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru