SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Ketua Samsul Hidayat menggelar kegiatan “JAWARA” (Jagongan Bareng Wakil Rakyat) di Dusun Jembrung I, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Minggu (1/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Yayasan Al Hidayah itu dihadiri tokoh agama, pengurus Ansor, pendidik Madin dan TPQ, Karang Taruna, serta sejumlah ormas. Forum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi masyarakat.
Dalam dialog, Samsul menyampaikan DPRD Kabupaten Pasuruan telah menuntaskan pembahasan 13 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).
“Sebanyak 13 Raperda sudah kami selesaikan dan saat ini masuk tahap verifikasi di Biro Hukum Provinsi sebelum disahkan,” ujar Samsul.
Menanggapi keluhan banjir dari Ketua PAC GP Ansor Gempol, Subhan, ia menjelaskan bahwa penanganan Anak Sungai Wrati dan Sungai Bekacak menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.
“Ini yang sering menjadi kendala teknis di lapangan karena kewenangannya ada di provinsi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti belum terbentuknya Satgas Khusus Penanganan Banjir di Gempol meski telah diusulkan melalui Musrenbang.
Terkait kerusakan jalan kabupaten, Samsul menyebut curah hujan tinggi dan kendaraan bermuatan berlebih sebagai faktor utama.
“Selain faktor cuaca, kendaraan over dimension juga mempercepat kerusakan jalan,” tegasnya.
Sementara di sektor pendidikan nonformal, ia memastikan insentif guru Madin dan TPQ tetap diberikan meski anggaran rehab 2025 masih diprioritaskan untuk ratusan gedung SD dan SMP rusak berat.
“Komitmen kami, kesejahteraan guru Madin dan TPQ tetap diperhatikan agar pendidikan karakter tetap berjalan,” pungkasnya.(aziz).
Editor : Redaksi