SURABAYAPAGI.com, Jombang - Melihat harga kedelai yang naik hingga tembus Rp 9.500 per kilogram tak berdampak terhadap bisnis Pabrik Tahu Jemhari di Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, naiknya harga kedelai di pasaran berlangsung bertahap, sehingga tidak berpengaruh langsung terhadap pengusaha produksi tahu.
"Biasa aja, tidak berdampak. Naiknya tidak terlalu signifikan sih, jadi tidak ngaruh. Tapi memang itu kalau bahan baku naik, otomatis harga tahu juga naik," ujar Ahmad Muzamil, Pengelola Pabrik Tahu Jemhari Jember, Senin (26/01/2026)
Baca juga: Produk UMKM Olahan Keripik Jadi Penyumbang Ekspor Terbesar Kota Malang
Meski demikian, Muzamil juga menaikkan harga jual tahu di konsumen, dari Rp 70 ribu per timbang, jadi Rp 72 ribu per timbang. Kata dia, hal itu merupakan siasat menghadapi mahalnya kedelai
"Dulu sebelum naik (harga kedelai), harga tahu satu timbang berisi 220 biji harganya Rp 70 ribu, tapi sekarang satu timbang harganya Rp 72 ribu," katanya.
Baca juga: Mitos Situs Sendang Made Jombang, Perpaduan Wisata Sejarah dan Legenda yang Kuat
Sementara itu, menindaklanjuti kebijakan penjualan tersebut tidak dimasalahkan oleh konsumen, sebab kenaikan harga tahu cuma Rp 2 ribu."Mereka nyadar, naiknya cuma Rp 2 ribu jadi tidak terlalu berat," kata Muzamil.
Lebih lanjut, Muzamil mengaku juga tidak memberhentikan satu pun karyawannya, bahkan 16 tenaga kerjanya hingga kini masih memproduksi tahu. Menurutnya, dalam sehari dirinya dapat memproduksi 350 kilogram hingga 400 kilogram kedelai, untuk dijadikan tahu. Selain itu Muzamil juga menjual ampas tahu di peternak.
Baca juga: Berkah Libur Isra Miraj 2026, Omzet UMKM di Banyuwangi Ikut Melonjak
Selain itu, harga kedelai yang selalu mengalami kenaikan membuat sebagian pengelola pabrik tahu terpaksa mengatasi masalah ini dengan memperkecil ukuran tahu. Jika langkah ini tidak cukup, mereka akan menaikkan harga jual tahu di pasaran. Meski kenaikan harga kedelai tidak hanya berdampak pada pengrajin, akan tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan tahu di pasar. jb-02/dsy
Editor : Redaksi