Belum Kantongi SLHS, 105 Dapur MBG di Pamekasan Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Sampel

surabayapagi.com
Salah satu momen saat proses pelaksanaan MBG di salah satu sekolah di Pamekasan. SP/ PMK

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mencatat sebanyak 105 dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan sampel.

Pasalnya, SLSH tersebut merupakan dokumen legal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang membuktikan bahwa dapur memenuhi standar kebersihan dan sanitasi agar makanan aman.

Baca juga: Program MBG di Trenggalek Targetkan 80 Dapur: 53 SPPG Sudah Beroperasi, 7 Kantongi SLHS

"Hingga 26 Januari 2026, dapur MBG yang mengantongi sertifikat layak higiene baru 86 dapur dari total 117 dapur yang ada di Pamekasan," kata Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin di Pamekasan, Selasa (27/01/2026).

Baca juga: Prabowo Pamerkan Perkembangan MBG di WEF 2026 di Davos

Saat ini, program uji lab di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkes) Pamekasan dari 105 SPPG yang telah diambil sampel terhadap makanan tersebut belum selesai, sehingga sertifikat laik higienes belum bisa kami keluarkan.

Sedangkan untuk memenuhi standar uji sampel menu makanan yang diolah di dapur di antaranya, fasilitas dapur, sanitasi, dan peralatan memasak, serta wadah menu MBG menjadi patokan dapur MBG masuk kategori laik higiene, selain hasil uji laboratorium. 

Baca juga: BGN Soroti Wilayah Trenggalek, Sebanyak 11 Ribu Dapur MBG Belum Miliki SLHS

Selain itu, fasilitas dapur harus memiliki struktur ruang terpisah antara bahan mentah, pengolahan, penyajian, dan pencurian, serta ventilasi di dapur tersebut baik dan pencahayaan cukup. Ditambah dengan ketentuan lain, wadah makanan tahan karat dan bersih. pm-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru