Pesona Wisata Air Terjuan Putuk Truno, Suguhkan Panorama di Balik Lereng Gunung

surabayapagi.com
Air Terjun Putuk Truno yang berada di kawasan wisata Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. SP/ PSR

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Pesona alam Air Terjun Putuk Truno menjadi salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi. Pasalnya, Air Terjun Putuk Truno menawarkan panorama vertikal di lereng gunung Arjuno dan Welirang yang dramatis, kolam alami yang jernih, dan sensasi sejuk yang langsung menyapu lelah perjalanan, Selasa (27/01/2026).

Sehingga, kini Air Terjun Putuk Truno makin dikenal bukan hanya oleh wisatawan lokal, tetapi juga komunitas pencinta alam dan pelancong dari kota besar. Untuk panorama terbaik, pengunjung biasanya memilih datang pada pagi hari saat kabut pegunungan belum sepenuhnya menguap.

Baca juga: Pantai Parang Dowo di Malang Suguhkan Karang Besar hingga Gua-gua Kecil yang Masih Asri

Selain itu, tinggi air terjun yang diperkirakan mencapai 45 meter membuat debet airnya cukup deras pada musim hujan, sehingga suara gemuruh air menjadi latar yang menyatu dengan nyanyian burung dan desir angin pegunungan.

Tak hanya karena keindahannya yang mempesona, Air Terjun Putuk Truno juga terkenal karena mitos yang dipercaya secara turun-temurun. Mitos ini menyatakan bahwa setiap pasangan yang berkunjung dan mandi di air terjun akan memiliki cinta yang abadi. Kepercayaan inilah yang menjadi asal-usul nama Putuk Truno.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Pasuruan Tembus Rp 120 Ribu Masuki Awal Bulan Ramadhan

Sementara itu, untuk jam operasional dan informasi layanan pengunjung dapat berubah-ubah, dilansir dari akun Instagram resmi @putuktruno_official, menyebutkan bahwa Putuk Truno buka setiap hari dengan jam buka mulai pukul 7 pagi hingga pukul 5 sore hari.

Di Putuk Truno, kegiatan favorit pengunjung meliputi trekking ringan, berfoto di beberapa titik bertangga alami, hingga mandi di kolam dangkal di bawah jatuhan air (untuk yang berani dan saat kondisi aman). Pasalnya, Air Terjun Putuk Truno bukan sekadar destinasi untuk berswafoto, ia adalah fragmen alam yang memanggil siapapun untuk sejenak berhenti, mendengarkan gemuruh air, dan meresapi kesejukan pegunungan Jawa Timur.

Baca juga: Diterjang Angin Kencang, Puluhan Rumah-Balai Desa di Pasuruan Rusak

Dengan pengelolaan yang terus membaik dan kesadaran wisatawan yang meningkat, air terjun ini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi ikon ekowisata di Pasuruan tanpa mengorbankan nilai-nilai kelestarian yang melingkupinya. ps-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru