Surabaya, SURABAYAPAGI.COM – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar retreat sebagai ruang jeda bagi para kader untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat arah pengabdian politik ke depan.
Baca juga: SBY Cemas PD III, PKS Anggap Bukan Apokaliptik
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menilai tahun 2026 menjadi momentum yang tepat untuk kembali menyelaraskan langkah setelah dinamika Pemilu 2024 dan setahun pasca pelaksanaan Pilkada serentak.
“Ini kesempatan bagi kita semua untuk rehat sejenak dan berkumpul dalam suasana kebersamaan,” ujar Emil usai silaturahmi dan makan malam bersama jajaran Partai Demokrat Jawa Timur yang turut dihadiri Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jumat (30/1/2026).
Emil menegaskan retreat ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang evaluasi yang lebih mendalam bagi seluruh elemen partai. Menurutnya, Demokrat tidak hanya berorientasi pada kemenangan politik, tetapi juga pada penguatan peran pengabdian di berbagai lini, baik struktur partai, legislatif, maupun eksekutif.
“Kita ingin menilai kembali seberapa efektif kontribusi partai sejak pemerintahan baru berjalan,” tegasnya.
Retreat dibuka dengan makan malam kebersamaan yang dihadiri Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Emil menyebut kehadiran SBY menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para kader Demokrat Jawa Timur.
“Kehadiran Pak SBY tentu memberi energi besar bagi para kader,” kata Emil.
Baca juga: Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi
SBY dijadwalkan menyampaikan wejangan dalam sesi utama retreat. Emil mengatakan, SBY kerap menekankan dua pilar penting dalam politik, yakni strategi meraih kemenangan serta kemampuan menjalankan pemerintahan secara baik dan efektif. Selain itu, pandangan global SBY juga dinantikan para peserta.
“Beliau selalu menekankan how to win dan how to govern,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga menyinggung komitmen Partai Demokrat terhadap isu-isu fundamental, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Ia menilai partai harus memiliki pijakan moral yang jelas di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Baca juga: Empat Akun Medsos Repotkan SBY
“Di tengah kompleksitas global, kita perlu sikap yang tegas dan berprinsip,” tuturnya.
Retreat ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi Demokrat Jawa Timur, terlebih SBY merupakan putra asli Pacitan yang memiliki ikatan emosional kuat dengan Jawa Timur. Emil memastikan para kader mendapatkan ruang untuk berinteraksi langsung dengan SBY.
“Ini momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menyelaraskan visi Partai Demokrat di Jawa Timur,” pungkas Emil. Riko
Editor : Redaksi