SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Gerah dengan semakin dalamnya keretakan hubungan Bupati Subandi dan wakil bupati Sidoarjo berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Peduli Sidoarjo, ngeluruk kantor bupati.
Kamis (05/02/2026).
Tujuan gabungan beberapa LSM dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Sidoarjo, menggelar audiensi bersama Bupati Sidoarjo guna mendorong terciptanya situasi pemerintahan yang kondusif. Audiensi tersebut berlangsung di ruang opsroom lingkungan Kesekretariatan Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo, dimulai sejak pukul 10.25 WIB dan berakhir pukul 11.26 WIB.
Harapan dari Pertemuan itu agar terjaga stabilitas daerah tidak terganggu pelayanan publik dan dinamika pemerintahan tetap berjalan lancar.
Di hadapan Subandi secara langsung perwakilan LSM dan ormas menyampaikan aspirasi agar seluruh elemen pemerintahan memperkuat sinergi serta menjaga kerukunan demi kepentingan masyarakat luas.
Perwakilan Aliansi Peduli Sidoarjo, Bramada Pratama Putra, menyampikan secara lansung pihaknya hadir untuk mendukung terciptanya stabilitas daerah serta pemerintahan yang berjalan sesuai aturan.
“Kami ingin Sidoarjo tetap rukun, kondusif, dan pemerintahan berjalan sesuai aturan. Regulasi dan undang-undang harus dijalankan,” katanya.
Ia juga mengusulkan agar tokoh masyarakat dari NU dan Muhammadiyah dapat dilibatkan sebagai penengah guna menjaga suasana pemerintahan tetap aman dan sejuk.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sidoarjo mengatakan seluruh kebijakan pemerintahan daerah tetap dijalankan sesuai regulasi dan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia juga meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) tidak menjadi pihak yang terdampak akibat persoalan internal. “Regulasi harus dijalankan. Komitmen harus dijaga. Jangan sampai ada OPD yang menjadi bingung dalam menjalankan tugasnya,” ujar Bupati Subandi.
Baca juga: Per Januari 2026, Pemkab Sidoarjo Komitmen Targetkan Perbaikan 14 RTLH Selesai
Lebih jauh lagi Subandi menyampaikan bahwa dirinya sebagai kepala daerah berperan sebagai pengarah pemerintahan, serta memastikan pelaksanaan tata kelola pemerintahan tetap berjalan sesuai prinsip integritas. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan bahwa dirinya tidak menghendaki adanya praktik yang mencederai birokrasi.
“Saya pastikan tidak ada main-main dengan proyek, tidak ada jual beli jabatan, tidak ada permainan perizinan,” Papar Subandi.
Di akhir kegiatan, Bupati kembali menegaskan komitmennya untuk membangun Sidoarjo secara bersama-sama serta mengedepankan kebersamaan.
Baca juga: Kabupaten Sidoarjo Raih IGA Award 2025, Bupati Subandi Dorong OPD Terus Berinovasi
“Bupati dan Wakil Bupati itu satu kesatuan. Tujuan kita membangun Kabupaten Sidoarjo. Sudah tidak waktunya lagi ada permasalahan berkepanjangan,” ujarnya.
Bupati menutup pernyataan dengan menegaskan keterbukaannya terhadap masukan masyarakat selama hal tersebut ditujukan untuk kepentingan publik. “Apapun yang kita lakukan harus untuk kebaikan masyarakat sidoarjo,” Ungkap Subandi.
Secara terpisah kalangan wakil rakyat di DPRD Sidoarjo juga ikut prihatin dengan keadaan Eksekutif, yang sudah terbangun luka yang semakin dalam. Bangun Winarso Ketua Fraksi PAN, mengatakan ibarat hubungan rumah tangga saat ini sudah talak tiga, "Kami dari kalangan dewan sudah berupaya berkomunikasi dengan bupati secara langsung saat waktu longgar misalnya usai paripurna, namun lebih afdholnya perlu ada pihak lain yang mumpuni seperti tokoh sesepuh Sidoarjo untuk memberikan islah agar pemimpin Sidoarjo rukun bersatu membangun masyarakat Sidoarjo seutuhnya. hdk
Editor : Redaksi