SURABAYAPAGI.com, Madiun - Bupati Madiun Hari Wuryanto mewanti-wanti seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak mengabaikan standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan itu disampaikan saat peresmian SPPG Barokah Yayasan Praja Kusuma Makmur di Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Selasa (10/02/2026).
“Saya selalu wanti-wanti, jangan sampai SOP dilewatkan. Itu kuncinya. Kalau SOP dijalankan dengan disiplin, layanan gizi bisa benar-benar tepat sasaran dan sesuai harapan,” tegas Hari Wuryanto.
Baca juga: BGN Bangun Enam SPPG di Aset Pemkab Madiun, Perluas Layanan MBG
Terkait evaluasi pelaksanaan program, Hari Wuryanto memastikan pemerintah daerah telah membentuk Satgas SPPG yang diketuai Sekretaris Daerah. Satgas ini rutin melakukan rapat evaluasi setiap dua bulan untuk membahas kendala, distribusi penerima manfaat, hingga tindak lanjut apabila terjadi penyesuaian, termasuk pengalihan layanan dari SPPG yang dibubarkan ke unit lain.
“Kalau ada satu SPPG yang dibubarkan, maka penerimanya dialihkan, tinggal dibagi saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Barokah Sewulan Gillroy Rama Nainggolan menyampaikan bahwa secara administratif dapur MBG Sewulan telah siap sepenuhnya. Namun operasional penuh masih menunggu pencairan dana dari BGN pusat.
Baca juga: Dugaan Penjualan Aset Hibah Gedung Sekolah, DPMD Turun Tangan
“Administrasi sudah lengkap, virtual account juga sudah jadi. Kami tinggal menunggu dana pusat cair untuk mulai running,” katanya.
SPPG Barokah Sewulan nantinya akan melayani sekitar 2.900 penerima manfaat, dengan cakupan meliputi Desa Sewulan, Dagangan, Prambon, Jetis, dan Mruwak. Sasaran penerima manfaat mencakup anak usia 6 bulan hingga SMA.
Terkait kesiapan teknis, Gillroy memastikan fasilitas sanitasi dan keamanan pangan telah tersedia, akan tetapi sejumlah sertifikasi, seperti sertifikat penjamah makanan bagi para relawan SPPG dan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) masih dalam tahap proses di Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.
Baca juga: Trotoar RSUD Caruban Semrawut, Akses Pejalan Kaki dan Pasien Terganggu
Dalam menghadapi bulan Ramadan, menu MBG akan disesuaikan dengan arahan pusat berupa menu kering, seperti kurma, susu, dan makanan ringan bergizi yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa. Distribusi tetap dilakukan pada pagi hingga siang hari sesuai jenjang pendidikan.
“Menunya menyesuaikan, tapi perhitungan kebutuhan gizi tetap kami perhatikan,” pungkasnya. mdn
Editor : Redaksi