SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mencapai target Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 233 ribu hektare yang ditetapkan pemerintah pusat pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, mulai mempercepat tanam padi pada musim tanam kedua (MT2). Dimana Pemkab mendorong petani segera menanam kembali setelah masa panen sehingga siklus tanam dapat berlangsung lebih cepat.
“Kami mengajak petani agar setelah panen segera melakukan tanam kembali sehingga luas tambah tanam bisa tercapai dan produksi padi tetap terjaga,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat gerakan tanam padi bersama petani di Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, Jumat (06/03/2026).
Diketahui sebelumnya, pada 2025 Kabupaten Lamongan berhasil melampaui target LTT dari pemerintah pusat yang ditetapkan sebesar 192.373 hektare dengan realisasi mencapai 193.786 hektare. Hal itu karena capaian tersebut didukung semangat petani yang mampu melakukan tanam lebih dari satu kali dalam setahun meski luas baku sawah di Lamongan sekitar 95 ribu hektare.
Selain itu, produksi padi Lamongan pada 2025 tercatat mencapai 1.335.099 ton dan menjadi yang terbesar di Jawa Timur sehingga memperkuat peran daerah setempat sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Pemerintah daerah, lanjutnya, juga terus mendukung percepatan swasembada pangan melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, seperti alat dan mesin pertanian modern, pupuk, serta penguatan jaringan irigasi termasuk pengembangan waduk desa untuk mendukung pasokan air di wilayah kering.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito juga menegaskan jika dalam proses perawatan tetap kami dorong dengan mengantisipasi berbagai gangguan tanaman dan mengutamakan penggunaan bahan organik yang ramah lingkungan sebelum menggunakan bahan kimia. lm-01/dsy
Editor : Redaksi