SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini keluarga mampu alias keluarga kaya diminta tak mengambil beasiswa penuh. Hal ini dimaksudkan agar anggaran beasiswa bisa dialokasikan kepada anak-anak cerdas dari latar belakang pra sejahtera yang lebih membutuhkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto, mengatakan memang siapapun berhak mendaftar LPDP tanpa memandang latar belakang. Namun, ia menekankan adanya tanggung jawab moral bagi mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih.
Baca juga: Nasionalismenya Luntur
"Untuk yang (keluarga) kaya kami kasih kesempatan parsial. Ini high call untuk bapak ibu keluarga kaya mohon daftarnya yang parsial. Kami beri kesempatan," ujar Sudarto dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026) malam.
Meski saat ini sifatnya masih berupa imbauan, Sudarto berharap kesadaran ini muncul demi keadilan sosial. "Tapi kalau nggak parsial ya nggak masalah, sekarang hanya imbauan moral. Mudah-mudahan Anda daftarnya parsial, sehingga akan lebih banyak beasiswa yang bisa kami tawarkan kepada anak-anak Indonesia yang lain," tambahnya.
Baca juga: Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP
Berdasarkan data yang dipaparkan, dari total 58 ribu penerima beasiswa, sebanyak 5.751 orang berasal dari 127 kabupaten daerah daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Sementara itu, penerima beasiswa dari keluarga prasejahtera mencapai 7.896 orang, dan putra-putri Papua sebanyak 821 orang.
LPDP menargetkan porsi jalur afirmasi ini sebesar 30%.
Baca juga: Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya
"Jadi makanya akumulasinya sekarang mencapai 25%. Di 3 tahun terakhir kami buat kebijakan di internal LPDP minimal 30�alah untuk afirmasi. Jadi karena apa? no one left behind ini harus inklusif untuk seluruh anak Indonesia," imbuhnya. n jk, rmc
Editor : Moch Ilham