Kediaman Khamenei, Dijatuhi 30 Bom dari 200 Jet Tempur

surabayapagi.com
Citra satelit milik Amerika Serikat mengungkapkan kondisi kompleks kediaman Ayatollah Ali Khamenei hancur usai diserang oleh Israel dan AS.

SURABAYAPAGI.COM, Tehran - Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam perang yang dimulai oleh serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke negaranya. Pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (1/3/2026), kantor berita Fars melaporkan pemerintah Iran mengumumkan 40 hari berkabung nasional menyusul pembunuhan Khamenei. Pemerintah juga mengumumkan tujuh hari libur nasional.

Baca juga: Israel dan AS Ingin Perubahan Pemerintahan di Tehran

Pembunuhan Khamenei diumumkan di media pemerintah Iran. Namun, belum ada detail seputar pembunuhannya yang diumumkan.

Pemimpin Tertinggi Iran itu telah terkonfirmasi tewas.

"Pemimpin Tertinggi Iran telah mencapai syahid," demikian dilaporkan oleh stasiun penyiaran negara IRIB dilansir CNN Internasional, Minggu (1/3/2026).

Dilansir Al Jazeera, kantor berita Tasnim dan Fars juga telah mengkonfirmasi kematian Ali Khamenei akibat serangan Israel dan AS di Iran.

Menurut penuturan seorang sumber yang menerima pengarahan mengenai operasi ini, Israel menjatuhkan sedikitnya 30 bom ke kompleks kediaman Khamenei.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah menghantam lebih dari 500 target strategis, termasuk lokasi pertemuan pejabat senior Iran di Tehran, dengan mengerahkan 200 jet tempur.

 

Kompleks Kediaman Khamenei Hancur

Kondisi terkini Beit-e Rahbari, kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terungkap melalui tangkapan citra satelit usai serangan udara masif yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Sabtu (28/2/2026). Dikutip dari New York Times, Sabtu, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks tersebut dalam kondisi hancur total. 

Beit-e Rahbari selama ini dikenal tidak hanya sebagai tempat tinggal sang pemimpin tertinggi, tetapi juga lokasi strategis untuk menjamu pejabat-pejabat senior Iran. 

Baca juga: PBB, China dan Rusia Kecam dan Kutuk Keras

 Kondisi terkini Beit-e Rahbari, kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terungkap melalui tangkapan citra satelit usai serangan udara masif yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Sabtu (28/2/2026). Dikutip dari New York Times, Sabtu, citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks tersebut dalam kondisi hancur total.  

Berdasarkan foto udara tersebut, struktur bangunan yang menjadi kediaman langsung Khamenei beserta perimeter keamanan di sekitarnya tampak telah rata dengan tanah.

 Iran Bersiap Perang dengan AS jika Negosiasi Nuklir Gagal Kondisi Uranium Iran Masih Menjadi Pertanyaan .

Analisis dari para ahli menunjukkan bahwa pola kawah dan dampak ledakan yang terlihat konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker (bunker-buster).  Senjata jenis ini dirancang khusus untuk menembus lapisan beton bangunan guna menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat.

 

Khamenei, Orang Paling Jahat

Baca juga: Reza Pahlavi, Janji Siap Pimpin Transisi Iran Baru

Israel dan AS menyerang Iran dengan rudal sejak kemarin. Serangan itu menargetkan sejumlah lokasi di Iran.

Iran sempat membalas dengan menembakkan rudal ke Israel. Iran juga menembakkan rudal ke negara-negara Arab yang menampung pasukan AS seperti Qatar, UEA, Bahrain dan Kuwait.

Terbaru, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei. Dia menyebutnya sebagai salah satu orang paling jahat.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).

Untuk diketahui gelombang penutupan ruang udara terjadi setelah adanya serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap sejumlah wilayah di Iran.

Dikutip dari Al Jazeera, beberapa negara yang saat ini menutup ruang udara antara lain Iran, Israel, Irak, Yordania, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan sebagian Suriah. n afp/rtr/aljazzera/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB
Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB
Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB
Kamis, 26 Feb 2026 20:57 WIB
Berita Terbaru