SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ford Motor Company, pabrikan otomotif ternama asal Amerika Serikat kembali mencuri perhatian lantaran mengumumkan penarikan besar-besaran terhadap jutaan unit kendaraannya. Berdasarkan keterangan pemerintah setempat, permasalahan bersumber pada modul trailer terintegrasi yang berpotensi kehilangan komunikasi dengan kendaraan.
Jika gangguan ini terjadi, trailer bisa kehilangan fungsi pengereman serta lampu sein dan lampu rem. Kondisi tersebut dinilai membuat kendaraan tidak memenuhi standar keselamatan federal yang berlaku. Ford pertama kali mendeteksi potensi masalah ini pada Oktober tahun lalu, Selasa (03/03/2026).
Baca juga: Modifikasi Yamaha Grand Filano Hybrid Tampil dengan Tema Urban Rally Cocok di Perkotaan
Bahkan, kali ini, jumlah yang mereka recall tak main-main, mencapai 4.380.609 unit. Angka tersebut bahkan jauh melampaui total penjualan Ford di Amerika Serikat tahun lalu yang tercatat sebanyak 2.204.124 kendaraan. Sebagai gambaran, lini pikap andalannya, F-Series, terjual 828.832 unit sepanjang 2025.
Dalam daftar recall kali ini, sejumlah model terdampak meliputi E-Transit tahun produksi 2026, Expedition 2022-2026, F-150 2021-2026, hingga F-250 2022-2026. Selain itu, Maverick 2022-2026, Ranger 2024-2026, serta Lincoln Navigator 2022-2026 juga masuk dalam daftar kendaraan yang harus ditarik untuk diperbaiki.
Baca juga: MPV Premium Xpeng X9 Versi Terbaru Usung Teknologi 800V hingga AI Canggih
Saat itu perusahaan menemukan bahwa kesalahan perangkat lunak dapat terjadi secara acak dalam logika kontrol modul trailer terintegrasi, yang mengakibatkan modul kehilangan komunikasi dengan kendaraan. Sehingga, Ford menilai risiko tersebut masih terkendali karena gangguan muncul ketika kendaraan dinyalakan dan sistem akan menampilkan pesan peringatan pada panel instrumen.
Meski demikian, perusahaan mengungkapkan telah menerima lebih dari 400 klaim garansi yang berkaitan dengan gangguan tersebut. Secara teknis, persoalan ini diduga muncul akibat celah pada perangkat lunak yang memungkinkan terjadinya kondisi persaingan antara modul trailer terintegrasi dan bit Kontrol Standby CAN.
Baca juga: Daya Saing Ekspor Mobil Indonesia Capai Level Tertinggi, Tembus 93 Negara
Dan untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan akan melakukan pembaruan perangkat lunak pada modul trailer terintegrasi. Proses perbaikan dapat dilakukan melalui jaringan dealer resmi maupun lewat pembaruan over-the-air (OTA). jk-01/dsy
Editor : Redaksi