SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama satu bulan, awal bulan Mei 2026 sampai akhir 31 Mei, Sat.Reskiba Polres Blitar Kota berhasil mengungkap 12 kasus peredaran narkoba, dengan tersangka 19 orang, dari dari berbagai wilayah, dan 7 orang tersangka merupakan Residivis pelaku spesialis dan tersangka baru,termasuk barang bukti.
Hal tersebut di sampaikan Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo S.IK M.IK melalui kasat Reskoba Iptu Bambang Dwi Wahyono SH dalam rekeasnya sore ini ( Kamis 11 Juni 2026), dalam keteranganya Iptu Bambang menyampaikan kronologis pengungkapan kasus yang menjadi prioritas Polres Blitar Kota ini, bahwa selama satu Bulan sejak tanggal 1 sampai 31 Mei 2026, pihaknya berhasil mengungkap 12 kasus narkoba dan menangkap 19 orang pelaku di 7 TKP.
"Delapan orang merupakan Residivis, dan 1 Spesialis edar narkoba adalah MR, dan DA merupakan pelaku baru dan 1 orang (LH) pemilikan daun sedang 3 orang pengedar okerbaya dan Doble L, yaitu S. MKA dan SP."Ungkap Itu Bambang yg di dampingi Kasi Humas AKP Samsul Anwar dan Kanit Propam, Kamis (11/06/2026).
Secara rinci Iptu Bambang menerangkan untuk latar belakang para tersangka yang ditangkap. Mereka merupakan jaringan dalam beroperasi dengan terstruktur.
“Untuk barang bukti yang diamankan adalah 45,8 gram sabu, 8,62 gram daun ganja, dan 1.046 butir pil Dobel L. dengan modus operandinya para tersangka dengan di sebarkan ke beberapa konsumen mungkin lebih dari 100 konsumen.”Terang Iptu Bambang.
Sebelum menunjukan Barang bukti Iptu Bambang menyampaikan pola pola pengedaranya. “Jadi modusnya hampir sama, mereka membeli narkoba dalam jumlah besar dari luar daerah seperti Madiun, Kediri, Tulungagung, dan Malang, lalu membaginya menjadi paket kecil kecil untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi, untuk raih keuntungan, dan ada dua tersangka memiliki BB jumlah yang cukup besar." Ungkapnya.
“Dari keseluruhan kasus, perlu di ketahui untuk dua pelaku berinisial AR dan FA ditangkap di Kecamatan Udanawu dengan barang bukti 23,11 gram sabu, sementara LH mengedarkan 8,62 gram ganja di wilayah Sananwetan." Iptu Bambang memaparkan.
Seluruh pelaku kini masih di dalami dan penyidikan serta untuk ancaman hukuman yang berat sesuai aturan hukum yang berlaku. “Mereka disangkakan melanggar Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang Kesehatan, dengan ancaman penjara paling singkat lima tahun hingga maksimal seumur hidup atau bahkan hukuman mati." Pungkas Iptu Bambang. les
Editor : Redaksi