SURABAYAPAGI.COM, Tehran - Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, mengatakan Iran tidak memulai perang saat ini, tetapi tetap sepenuhnya siap untuk mempertahankan konflik jangka panjang, tidak seperti Amerika Serikat.
"Iran, tidak seperti Amerika Serikat, telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang," kata Larijani dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, dilansir media Iran, Press TV, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Negara-negara Teluk Mulai Saling Serang
"Seperti dalam 300 tahun terakhir, Iran tidak memulai perang ini, angkatan bersenjata kita yang gagah berani tidak terlibat dalam satu pun operasi ofensif, hanya bertindak untuk membela diri," imbuh kepala badan berpengaruh Iran tersebut.
Ketua Dewan Keamanan itu berjanji bahwa Iran akan "dengan gigih membela diri dan peradabannya yang berusia enam ribu tahun tanpa mempedulikan harga apa pun," dan berjanji bahwa musuh akan "menyesali kesalahan perhitungan mereka."
Aksi Iran Bela Diri
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, menegaskan aksi Iran saat ini murni bentuk bela diri atas serangan Amerika Serikat dan Israel. Boroujerdi mengatakan langkah tiga negara Eropa itu tidak memiliki arti, lantaran Iran tidak pernah mengusik kepentingan mereka.
Baca juga: AS dan Israel Lanjut Cyber Warfare
"Langkah tersebut tidak memiliki arti dikarenakan kami bukan pihak yang menyerang kepentingan mereka. Kami berada dalam posisi membela negara dan masyarakat kami lah yang sedang terbunuh saat ini, dan tentu saja kami tidak pernah menyerang negara manapun," kata Boroujerdi dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Senin (2/3).
Iran buka suara usai Jerman, Prancis, dan Inggris menyatakan siap melawan Iran dan mendukung perlawanan negara-negara Teluk.
Prancis, Jerman, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (1/3) bahwa mereka siap membela kepentingan mereka serta mendukung kepentingan sekutu di negara Teluk.
Baca juga: Trump tak Singgung Reza Pahlavi
Ketiga negara menegaskan akan mengambil "tindakan defensif" guna menghancurkan kemampuan militer Iran.
"Serangan sembrono Iran telah menyasar sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh kawasan," demikian pernyataan bersama tersebut, seperti dikutip AFP.
"Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan ini, melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran dalam menembakkan rudal dan drone," tutup ketiga negara. n afp/jk/rmc
Editor : Moch Ilham