Pertandingan Perdana ORADO Sidoarjo

Tim Junior Rookie 969 dan Tim Senior Kuda Hitam Sabet Juara 1

Reporter : Handoko Koresponden Sidoarjo

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Permainan domino atau gaplek yang selama ini identik dengan stigma perjudian mulai bertransformasi menjadi cabang olahraga prestasi.

Hal ini ditandai dengan digelarnya Kejuaraan cabang (Kejurcab) Kabupaten Sidoarjo Federasi Olahraga Domino (Orado) Nasional Indonesia digedung Youth Center Disporapar Sidoarjo untuk pertama kalinya, Minggu (15/3/2026).

Baca juga: Semangat Berbagi di Bulan Suci Ramadhan IKBA Untag Gelar 1000 Takjil

Kejurcab Oredo Kabupaten Sidoarjo yang dimulai sejak pukul 10.30 berlangsung sangat seru  diikuti oleh 20 tim (40 atlet) yang terbagi dalam dua kategori: Junior (usia 15-17 tahun) dan Umum.

Para peserta tampak serius menyusun strategi untuk mengalahkan lawan dalam setiap babak pertandingan.

Dalam satu meja pertandingan diisi empat pemain yang terbagi menjadi dua tim. Mereka saling beradu strategi untuk menjatuhkan kartu lawan dan mengumpulkan poin hingga keluar sebagai pemenang.

Menariknya, antusiasme peserta juga datang dari berbagai kalangan. termasuk sepasang jurnalis Sidoarjo, yang turut ambil bagian meski harus menelan kekalahan.

Di akhir pertandingan Tim Junior Rookie 969 tampil juara pertama dengan hadiah uang pembinaan 400 ribu rupiah, dan tim senior mendapatkan hadiah 500 ribu.

Kompetisi yang berlangsung ketat selama satu hari penuh ini, memperebutkan tiket menuju level yang lebih tinggi. Juara pertama dalam ajang ini secara otomatis berhak mewakili Sidoarjo dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim, yang rencananya digelar pada 5 April 2026, di Mall City of Tomorrow (Cito), Surabaya.

Setelah itu, para pemenang tingkat provinsi, akan dipersiapkan untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas), pada 18-19 April 2026 mendatang.

Ajang pertandingan domino ini dibuka langsung oleh Kepala Disporapar Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Irianto, didampingi jajaran pengurus tingkat provinsi dan kabupaten. Hadir di lokasi, Ketua Umum ORADO Jawa Timur Mahenda Abdillah Kamil, S.Stat. Sekretaris Jatim Esti Nalurani, serta Ketua Harian KONI Sidoarjo Imam Purwanto. 

Baca juga: Dorong Penguatan Nilai Keagamaan Bagi Siswa-Siswi

Dari jajaran tuan rumah, tampak Ketua Umum ORADO Sidoarjo Yonathan Toar Sangari, Ketua Harian Ria Ngegas, Sekretaris Rudi Setiawan (Kepala Perpusip Sidoarjo), Bendahara Nova Erin Kisimiati, serta Penasihat ORADO Sidoarjo, M. Zakaria Dimas.

Ketua ORADO Jatim, Mahenda, berpesan agar para atlet tidak berhenti di kompetisi ini saja. "Bentuklah klub-klub di lingkungan warga. Kompetisi tahun depan cukup diperkuat secara offline antar klub untuk memperkuat akar rumput olahraga domino di Sidoarjo," tuturnya.

Kejuaraan di Sidoarjo ini luar biasa karena dihadiri lengkap oleh Kepala Disporapar dan Ketua KONI. Ini memungkinkan percepatan ORADO untuk resmi masuk sebagai Cabang Olahraga (Cabor) di bawah naungan KONI. Padahal secara nasional, organisasi ini baru dideklarasikan tiga bulan lalu," ujar Mahenda dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengcab Orado Sidoarjo, Yunathan Toar Sangari mengatakan permainan domino yang kini menjadi cabang olahraga memiliki aturan yang lebih jelas dan terstruktur.

“Secara umum cara bermainnya hampir sama, tetapi sebagai cabang olahraga ada aturan resmi yang harus diikuti,” ujarnya.
Menurutnya, meski tergolong cabang olahraga baru, permainan domino sudah sangat melekat di masyarakat Indonesia. Saat ini organisasi Orado di Kabupaten Sidoarjo, berkembang pesat.

Baca juga: Dorong Atlet Domino Berprestasi, Kejurcab ORADO Sidoarjo Siap Digelar

Pengcab Orado Sidoarjo mendorong setiap wilayah kecamatan atau lingkungan membentuk club club yang nantinya mampu menjaring atlet atlet handal untuk kejuaraan tingkat kabupaten sebagai upaya pembinaan atlet. Selain itu, cabang olahraga ini juga tengah dipersiapkan untuk dapat dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.

“Permainan ini bukan sekadar bermain kartu. Ada strategi, analisa, dan kemampuan berpikir untuk mengalahkan lawan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengcab Orado Sidoarjo, Rudi Setiawan menyebut Kejurcab perdana ini mendapat respons positif dari masyarakat.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat sudah memahami permainan domino, namun aturan resmi dalam cabang olahraga ini perlu terus disosialisasikan.

“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa domino yang dulu dipandang negatif kini bisa menjadi olahraga yang melahirkan prestasi,” katanya.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi ajang penjaringan atlet domino berbakat di Sidoarjo yang akan dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi hingga nasional. Hdk/hk

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru