Raih Kemenangan di Hari yang Fitri, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Gelar Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M Sabtu Ini

surabayapagi.com
Khotib pada Sholat Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Achmad Cahyo Kharisma (nomor 3 dari kiri). SP/ HIKMAH

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Marilah Kita Merajut Tali Persaudaraan untuk meraih kemenangan dan keberkahan di Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/tahun 2026 Masehi ini, Organisasi Islam terbesar kedua Muhammadiyah setelah Nahdatul Ulama (NU) jauh hari sudah menetapkan Idulfitri jatuh pada hari Jum'at (20/3/2026)  dengan menggunakan teori kalender global Internasional.                   

Sedangkan Pemerintah menggunakan teori ilmu Falak atau hisab atau Astronomi dengan berpedoman pada ketinggian hilal minimal 3 derajat serta teori Rukyatul hilal dengan menggunakan teropong, dimana dari 117 titik pantauan yang ditetapkan Pemerintah di seluruh wilayah Indonesia untuk memantau hilal. Menteri agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA yang memimpin sidang Isbat di Kantor Kemenag Jakarta pada kamis malam yang lalu (19/3'2026), mengatakan lewat siaran pers nya, berdasarkan hisab posisi hilal di wilayah Indonesia masih belum terlihat sehingga belum memenuhi kriteria MABIMS, serta tidak adanya laporan hilal terlihat dari 117 titik di wilayah Indonesia, oleh karena itu potensi adanya perbedaan hari raya Idulfitri 1447 H/2026 Masehi akan terjadi. Perbedaan tersebut adalah berkah, maka tidak perlu diperdebatkan ungkapnya. 

Baca juga: Kokola Group Konsisten Dampingi Mudik Gratis Jatim, Tebar Sharing Happylicious untuk 4.000 Pemudik

Berdasarkan kriteria MABIMS yaitu forum kerja sama Menteri Agama Negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang dibentuk pada tahun 1989 untuk membantu umat Islam menentukan kalender Hijriah, tentang awal puasa dan 1 Syawal, dimana pada kamis malam, tanggal 19 Maret 2026 posisi hilal di seluruh wilayah NKRI tidak tanpak atau belum memenuhi kriteria yang dimaksud, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6.4 derajat. Sehingga Pemerintah menetapkan 1 syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2026, artinya puasa digenapkan menjadi 30 hari atau "istikmal" sesuai sunnah jika hilal tidak terlihat, atau gagal terlihat. 

Sejak Sholat Ashar hari Jumat sore sampai larut malam hingga pagi hari, gema takbir berkumandang disetiap masjid maupun musholla di seluruh wilayah Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, hal tersebut menandai bahwa puasa Ramadhan berakhir dan hari kemenangan bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan telah tiba, takbir berkumandang menandai rasa syukur kita umat Islam kepada Allah SWT atas nikmat telah selesainya menjalankan ibadah puasa sebulan penuh untuk menggapai  hari kemenangan serta keberkahan Idulfitri 1 Syawal 1447 H. 

Maka beruntunglah umat Islam yang telah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, dimana pada Sabtu pagi hari, datang berduyun-duyun, memadati masjid An-Nur Dukuhsari Jabon Kabupaten Sidoarjo, tempat yang suci ini untuk menjalankan sholat Idulfitri 1447 H secara berjamaah. Kita bermunajat untuk mengetuk bilik-bilik rahmat Allah SWT. Pada hari Idulfitri tanggal 1 Syawal 1447 Hijriyah ini, atau bertepatan dengan Sabtu 21 maret 2026 Masehi, kita rayakan lebaran bersama-sama dengan penuh suka cita untuk mengumandangkan takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd”.

Masjid An-Nur Desa Dukuhsari, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, yang menggelar Sholat Idulfiitri 1 Syawal 1447 H pada Sabtu (21/3'2026) sesuai  penetapan dari Pemerintah RI, Sholat Idulfitri dipadati Muslimat, Muslimin warga Dukuhsari dan sekitarnya yang memenuhi Masjid sampai meluber ke halaman Masjid An-Nur yang luas serta bersih tersebut. Disela Takbir berkumandang, Sembari menunggu waktu Sholat Idulfitri 1447 H tiba, panitia penerima sedekah dari para jamaah masjid An-Nur membacakan beberapa sumbangan Sedekah dari para jamaah yang menitipkan kepada panitia Masjid An-Nur dengan niat untuk mengirimkan surah Al-Fatihah yang dibacakan oleh seluruh Jamaah Sholat Idulfitri buat ahli kubur yang telah mendahului kita, dikordinir oleh Ustadz Mistari beserta seluruh panitia Idulfitri 1447 H/2026 Masehi. 

Baca juga: Kapolres Gresik Tinjau Pasar Jelang Lebaran, Pastikan Stok Bahan Pokok Terkendali

Takmir Masjid An-Nur Dukuhsari Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo Ustadz Haji Muh.Muta Ali S.Hut, mengatakan kepada Wartawan Harian Surabaya Pagi bahwa yang bertindak sebagai Imam adalah Takmir Masjid An-Nur Dukuhaari Ustadz Haji Muh.Muta Ali S.Hut Sedangkan Khotib pada Sholat Idulfitri 1447 H/2026 M adalah Achmad Cahyo Kharisma, putra dari KH. agus Zamroni Desa Jemirahan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo .   

Kalimat takbir "Allahu Akbar" (Allah Maha Besar) adalah dzikir pengagungan yang menggetarkan hati setiap muslim, menandakan kebesaran Allah dan rasa syukur. Suara takbir, terutama saat Idulfitri 1447 H, sering membawa haru dan kenangan mendalam. Hati siapa yang tak bergetar mendengar takbir yang berkumandang di seantero nusantara. Dua orang yg berjasa dalam hidup kita adalah ayah dan ibu kita yang berjuang siang malam, tidak peduli bercucuran keringat berjuang untuk membesarkan kita, maka jangan sekali sekali mendurhakai kedua orang tua kita, semasih kedua orang tua kita masih hidup maka segeralah meminta maaf kepadanya, karena Ridho Allah adalah Ridho kedua orang tua kita, kalaupun telah tiada maka berdoalah untuk kedua orang tua kita, ungkap Khotib pada Idulfitri 1447 H.            

Baca juga: Mohon Maaf Lahir Bathin

 

Menutup ceramahnya khotib mengucapkan selamat hari raya Idulfitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Taqobbalallahu Minna Wa Minkum Taqobbalallahu Ya Karim, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. hik

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru