SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti insiden banjir yang terus menerus menerjang kawasan Kabupaten Magetan disaat musim hujan dengan intensitas tinggi, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat mulai melakukan penanganan cepat di lapangan jangka pendek, menengah, hingga panjang. Mulai dari pembersihan saluran drainase, perbaikan fasilitas terdampak, hingga rencana normalisasi sungai yang mengalami penyempitan.
Pasalnya, banjir yang terus menerus berulang tersebut tak hanya mengganggu aktivitas warga, namun juga meningkatkan risiko kerugian ekonomi. Sehingga, dibutuhkan upaya perbaikan drainase tersebut yang mencakup normalisasi sungai hingga perbaikan sistem saluran air yang dinilai belum optimal.
Baca juga: Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras
Lebih lanjut, Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, mengungkapkan bahwa penyebab utama banjir berasal dari dua titik krusial, yakni wilayah hulu dan hilir. Untuk di bagian hulu, seperti kawasan Sadon hingga Ndoyo, aliran air tidak mampu tertampung dengan baik akibat penumpukan material, sampah, serta penyempitan badan sungai.
Baca juga: Wujudkan Indonesia ASRI, Pemkab Magetan Gercep Gelar Kerja Bakti di Pasar Sayur
Sementara itu di kawasan hilir, sistem drainase perkotaan belum mampu bekerja maksimal dalam menyalurkan debit air saat intensitas hujan tinggi. Akibatnya, genangan cukup tinggi terjadi di wilayah timur Pasar Baru yang dipicu oleh saluran air tersumbat, Selasa (07/04/2026).
Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya bangunan yang berdiri di bantaran sungai sehingga mempersempit ruang aliran air. Dampak banjir juga merusak infrastruktur jalan, karena sejumlah ruas berubah fungsi menjadi jalur aliran air saat hujan deras.
Baca juga: Diterjang Banjir dan Angin Kencang, BPBD Situbondo Catat Ribuan Rumah Warga Terdampak
Bahkan, seluruh organisasi perangkat daerah terkait juga telah diterjunkan untuk melakukan pendataan dan pengkajian di lapangan guna menentukan langkah penanganan yang tepat. Dan diharapkan, dengan berbagai upaya tersebut dapat menekan potensi banjir yang kerap terjadi setiap tahun. Selain itu, keterlibatan masyarakat juga dinilai penting, terutama dalam menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat. mg-02/dsy
Editor : Redaksi