Viral, Muncul Lubang Besar di Belakang Rumah Warga Pasca Hujan Deras

surabayapagi.com
Penampakan halaman belakang rumah warga di Jalan Ahmad Yani Magetan yang longsor pascahujan. SP/ MGT

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini viral, dimana salah satu halaman rumah warga di Jalan Ahmad Yani, Magetan, tepatnya di kawasan belakang Apotek Nusantara, ditemukan longsor dan membentuk lubang besar yang menganga pasca hujan deras pada pekan lalu.

Diketahui, longsor tersebut membuat lubang besar di pojokan lahan belakang rumah tersebut. Awalnya hanya berdiameter sekitar 1 meter, namun pasca hujan deras, lubang itu menganga hingga kurang lebih 6 meter dengan kedalaman mencapai sekitar 20 meter.

Baca juga: Kota Malang Diguyur Hujan Deras, BPBD Catat 15 Titik di 5 Kecamatan Terendam Banjir

"Awalnya kecil, tapi setelah hujan deras langsung membesar. Sekarang seperti gua. Kaget juga karena dampak hujan deras kemarin sampai menyebabkan longsor seperti ini,” kata pemilik rumah Nawi, Rabu (08/04/2026).

Baca juga: Viral Aksi Kekerasan Pada Anak, Pemkot Malang Mulai Antisipasi dan Perketat Pengawasan ‘Daycare’

Posisi lubang yang dekat dengan rumah warga berpotensi memicu longsor susulan jika tak segera ditangani. Di sisi lain, fenomena ini membuka pertanyaan besar: ada apa dengan tata kelola lingkungan di Magetan. 

Nawi mengaku heran, banjir kini makin sering terjadi, bahkan merangsek ke wilayah kota selama ini dikenal berada di dataran relatif tinggi. “Sekarang kok sering banjir. Padahal ini daerah kota dan tinggi. Dulu tidak seperti ini. Kami khawatir lubangnya makin besar kalau hujan deras lagi,” ungkapnya.

Baca juga: Diterjang Banjir Sejak 2025, Dua Jembatan di Ponorogo Putus - Warga Terisolasi

Tak hanya longsor dan membentuk lubang besar, bangunan di sebelahnya juga mulai retak yang dikhawatirkan bisa ambruk. Sehingga, pemerintah daerah didorong tak hanya responsif saat bencana terjadi, tapi juga progresif dalam membenahi akar masalah. Normalisasi drainase, penguatan sistem irigasi, hingga penataan kawasan hulu-hilir perlu dikawal serius bukan sekadar wacana tahunan. mg-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru