SURABAYAPAGI.com, Jombang - Berdasarkan data yang dihimpun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur telah mengalokasikan anggaran hingga total Rp18 miliar, melanjutkan program seragam gratis bagi siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan sekaligus upaya meringankan beban biaya wali murid saat memasuki tahun ajaran baru.
Sedangkan terkait anggaran nilai tersebut mengalami penyesuaian dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan adanya penambahan satu setel seragam pramuka bagi setiap siswa penerima manfaat. Untuk alokasi anggaran seragam gratis di Jombang tersebut terbagi dalam beberapa komponen utama.
Baca juga: Pemkab Jombang Berangkatkan Ratusan Warga ke Jakarta
Untuk pengadaan kain seragam siswa SMP/MTs, disiapkan anggaran sebesar Rp5,37 miliar, sedangkan untuk kain seragam SD/MI sebesar Rp3,51 miliar. Selain itu, biaya jasa penjahitan juga menjadi bagian penting dalam program ini, dengan rincian Rp5,98 miliar untuk seragam SMP/MTs dan Rp3,92 miliar untuk seragam SD/MI.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang Wor Windari juga turut memastikan bahwa program ini telah memasuki tahap pelaksanaan. Seluruh perencanaan anggaran sudah disiapkan dan kini tinggal menjalankan proses teknis di lapangan. “Untuk tahun ajaran 2026/2027, ada tambahan satu setel seragam pramuka. Saat ini program sudah mulai berproses,” jelas dia, Kamis (16/04/2026).
Baca juga: Terancam Disegel, Pemkab Jombang Temukan 16 Tower BTS Tak Berizin
Lebih lanjut, Wor Windari juga berharap agar proses distribusi seragam dapat berjalan tepat waktu. Menurut dia, penyaluran seragam gratis di Jombang diharapkan bisa dilakukan segera setelah proses penerimaan peserta didik baru selesai, sehingga siswa bisa langsung memakainya sejak awal masuk sekolah. “Harapannya distribusi bisa sesuai jadwal, jadi siswa dapat langsung memanfaatkan seragam tersebut di awal tahun ajaran,” sambung dia.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan seragam gratis Disdikbud Jombang Rhendra Kusuma menambahkan, saat ini tahapan pengadaan masih difokuskan pada pemilihan penyedia kain melalui sistem e-katalog.
Baca juga: Heboh! Ayam hingga Buah di Menu MBG Jombang Disebut Tak Layak Konsumsi
Pengadaan kain tersebut juga ditargetkan rampung pada Juli 2026, sedangkan proses penjahitan diperkirakan selesai pada September 2026. Program ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi siswa baru serta membantu orang tua dalam mengurangi pengeluaran pendidikan di awal tahun ajaran. jb-01/dsy
Editor : Redaksi