SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sektor hunian. Gus Fawait menegaskan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah.Hal itu disampaikan Bupati Jember Gus Fawait usai meninjau langsung hasil renovasi program RTLH Tahun Anggaran 2025 di Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti, belum lama ini.
Gus Fawait mengaku bersyukur melihat warga kini memiliki rumah yang lebih layak dan nyaman untuk ditempati. Sepanjang 2025, sekitar 200 unit rumah berhasil direnovasi melalui program tersebut.
“Alhamdulillah, kita menyaksikan langsung bagaimana masyarakat merasa sangat terbantu. Rumah yang kokoh dan layak merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di Jember,” ujarnya.
Melihat tingginya kebutuhan masyarakat, Pemkab Jember menargetkan peningkatan jumlah RTLH yang diperbaiki menjadi 1.000 unit pada tahun 2026. Target tersebut disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah program hunian di Kabupaten Jember.
Tak hanya fokus pada renovasi bangunan, Pemkab Jember juga menyalurkan berbagai bantuan sosial penunjang kesejahteraan warga, seperti paket sembako, perlengkapan dapur, kasur, hingga pakaian layak pakai.
Gus Fawait memastikan seluruh proyek RTLH yang telah selesai dikerjakan tetap mengutamakan kualitas bangunan sesuai standar dan kebutuhan masyarakat.
“Kami cek langsung hasilnya, dan syukurlah bangunannya bagus serta sesuai harapan warga. Untuk syarat teknis pendaftaran program tahun ini, masyarakat bisa berkoordinasi dengan dinas terkait,” katanya.
Melalui program RTLH yang diperluas tersebut, Pemkab Jember berharap dapat menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus menghadirkan hunian yang sehat, aman, dan manusiawi bagi masyarakat. rko
Editor : Redaksi