SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Sebagai upaya pendataan calon penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-PAUD (3B), pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, akan melibatkan para kader posyandu di wilayah tersebut agar penerima program tersebut valid dan sesuai dengan fakta di lapangan.
"Kader posyandu yang kami gerakkan untuk membantu melakukan pendataan penerima manfaat dari program MBG 3B ini merupakan kader di 273 desa dan 8 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan se-Kabupaten Bangkalan," ujar Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Bangkalan Sudiyo, Senin (27/04/2026).
Baca juga: Pemkab Bangkalan Wajibkan ASN ‘Ngontel’ saat ke Kantor
Lebih lanjut, Sudiyo menjelaskan program MBG-3B itu merupakan program prioritas dan menjadi program penunjang utama dalam berupaya menurunkan kasus stunting. Pasalnya, program ini merupakan bagian dari target nasional penurunan stunting menuju 18,8 persen pada 2026 dan 14 persen pada 2029.
Baca juga: Pemkab Bangkalan Sediakan Akses Beasiswa, Dorong Generasi Baru Petani Muda
"Jadi, melalui program ini, pemerintah berupaya memperkuat intervensi sejak masa kehamilan serta memperluas implementasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan MBG-3B secara nasional untuk mencetak generasi sehat dan produktif," ungkapnya.
Baca juga: Tekan Penyebaran Wabah DBD, Pemkab Bangkalan Gencar Berantas Sarang Nyamuk
Perlu diketahui, program MBG yang dicanangkan pemerintah saat ini merupakan program yang telah juga dijalankan oleh sejumlah negara. Dan menurut penjelasan Badan Gizi Nasional (BGN), hingga saat ini sudah ada 77 negara yang telah melaksanakan makan gratis di sekolah, dan Indonesia bukan sekadar makan di sekolah, akan tetapi sudah masuk kategori makan gratis plus, karena juga menyasar kelompok 3B. bn-01/dsy
Editor : Redaksi